Recent post
KEMAMPUAN untuk mengingat sangat penting dilatih sejak balita guna mempersiapkan dirinya untuk memasuki jenjang pendidikan dasar yang lebih tinggi. Dengan kemampuan mengingat yang baik, anak akan lebih mudah menangkap, memahami, dan menerima pelajaran di sekolah nanti. Daya ingat juga berguna untuk membangun kemandirian dan rasa percaya diri anak.
Untuk melatih daya ingat anak yang baik, kita bisa menggunakan berbagai cara dan stimulasi. Mulailah dari stimulasi yang sederhana, kemudian kita bisa mengembangkannya menjadi sulit seiring dengan perkembangan anak.
Berikut beberapa permainan dan stimulasi yang bisa diterapkan di rumah untuk melatih daya ingat anak.
* Tebak Gambar
Tebak gambar merupakan bentuk stimulasi yang paling efektif untuk melatih daya ingat. Melalui permainan ini, anak terpacu untuk mengingat gambar berpasangan yang disodorkan. Pertama, kita siapkan gambar berpasangan sesuai dengan tema yang dipilih (misalnya piring-gelas, buku-pensil). Gunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatiannya. Sodorkan gambar tersebut pada anak dan beri dia waktu untuk mengingatnya, kemudian acak kartu-kartu tersebut dan biarkan anak menyusun ulang.
* Permainan Mencari Perbedaan
Permainan ini bertujuan untuk merangsang anak membedakan gambar yang satu dengan yang lainnya. Persiapkan buku khusus yang banyak memberikan materi mencari perbedaan ini. Mulailah dari gambar yang sangat sederhana dan biarkan si kecil melihat dan mencari sendiri perbedaan di tiap gambar dengan memberikan tanda di masing-masing tempat.
* Mendongeng
Mendongeng pun bisa menjadi sarana melatih daya ingat anak. Pilihlah dongeng yang pendek namun memiliki alur cerita yang menarik. Mulailah mendongeng pada saat menjelang anak tidur dan bacakan dengan intonasi yang bervariasi mengikuti karakter dalam dongeng tersebut agar anak tertarik. Di tengah-tengah cerita, kita bisa berhenti dan menanyakan kembali nama tokoh-tokoh yang telah disebutkan, atau sepenggal cerita dari dongeng yang telah dibacakan. Bila anak tidak mampu, kita bisa membantunya dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang mengarah.
Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak apabila mereka berhasil menyelesaikan permainan atau stimulasi dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika anak tidak berhasil, berikan kata-kata positif padanya agar anak tidak patah semangat dan kecewa. (pusdat/berbagai sumber)
Untuk melatih daya ingat anak yang baik, kita bisa menggunakan berbagai cara dan stimulasi. Mulailah dari stimulasi yang sederhana, kemudian kita bisa mengembangkannya menjadi sulit seiring dengan perkembangan anak.
Berikut beberapa permainan dan stimulasi yang bisa diterapkan di rumah untuk melatih daya ingat anak.
* Tebak Gambar
Tebak gambar merupakan bentuk stimulasi yang paling efektif untuk melatih daya ingat. Melalui permainan ini, anak terpacu untuk mengingat gambar berpasangan yang disodorkan. Pertama, kita siapkan gambar berpasangan sesuai dengan tema yang dipilih (misalnya piring-gelas, buku-pensil). Gunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatiannya. Sodorkan gambar tersebut pada anak dan beri dia waktu untuk mengingatnya, kemudian acak kartu-kartu tersebut dan biarkan anak menyusun ulang.
* Permainan Mencari Perbedaan
Permainan ini bertujuan untuk merangsang anak membedakan gambar yang satu dengan yang lainnya. Persiapkan buku khusus yang banyak memberikan materi mencari perbedaan ini. Mulailah dari gambar yang sangat sederhana dan biarkan si kecil melihat dan mencari sendiri perbedaan di tiap gambar dengan memberikan tanda di masing-masing tempat.
* Mendongeng
Mendongeng pun bisa menjadi sarana melatih daya ingat anak. Pilihlah dongeng yang pendek namun memiliki alur cerita yang menarik. Mulailah mendongeng pada saat menjelang anak tidur dan bacakan dengan intonasi yang bervariasi mengikuti karakter dalam dongeng tersebut agar anak tertarik. Di tengah-tengah cerita, kita bisa berhenti dan menanyakan kembali nama tokoh-tokoh yang telah disebutkan, atau sepenggal cerita dari dongeng yang telah dibacakan. Bila anak tidak mampu, kita bisa membantunya dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang mengarah.
Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak apabila mereka berhasil menyelesaikan permainan atau stimulasi dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika anak tidak berhasil, berikan kata-kata positif padanya agar anak tidak patah semangat dan kecewa. (pusdat/berbagai sumber)
ANAK kreatif adalah anak yang dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya dengan baik. Perkembangan kemampuan dan kecerdasannya, sering kali membuatnya bersikap dan berperilaku cukup aktif, banyak bergerak dan bersuara. Hal ini sering pula diidentifikasi sebagai kenakalan oleh banyak orang tua. Padahal, aktivitas dan mobilitasnya yang berlebih merupakan wujud kemampuan berpikirnya yang serba ingin tahu. Sebelum kita men-judge bahwa anak kita nakal, alangkah bijaknya jika kita mencoba mengetahui dan memahami ciri-ciri anak kreatif berikut ini.
Berpikir Lancar
Anak kreatif mampu memberikan banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan yang kita berikan. Dalam kejadian sehari-hari, kita sering bertanya “apa”, maka sering pula dijawab dengan banyak jawaban, meskipun kadang-kadang jawabannya agak melenceng. Namun, itulah salah satu kehebatan anak kreatif.
Dalam jangka panjang, anak kreatif mampu memberikan banyak solusi atas masalah yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena di masa depannya hidup akan penuh masalah dan tantangan. Dengan kreativitasnya, maka ia akan lebih mudah menjawab masalah dan tantangan tersebut.
Fleksibel dalam Berpikir
Anak kreatif mampu melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (fleksibel), sehingga ia mampu memberikan jawaban variatif. Hal ini akan memudahkannya menjalani kehidupan dan menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan. Seringkali tanpa kita sadari, anak memberikan jawaban atau komentar yang solutif atas pertanyaan dan pernyataan kita.
Orisinil (Asli) dalam Berpikir
Anak kreatif mampu memberikan jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain. Jawaban-jawaban baru yang tidak lazim diungkapkan anak-anak atau kadang tak terpikirkan orang lain, di luar perkiraan dan khas.
Elaborasi
Anak kreatif mampu memberikan banyak gagasan dengan menggabungkan beberapa ide atas jawaban yang dikemukakan, sehingga ia mampu untuk mengembangkan, memperkaya jawabannya secara rinci dan detail hingga hal-hal kecil.
Imaginatif
Anak kreatif memiliki daya khayal atau imajinasi, yang ia aplikasikan dalam kegiatannya sehari-hari. Ia menyukai imajinasi dan sering bermain peran imajinasi. Misalnya, ia membayangkan dirinya sebagai Ibu, maka ia akan berperan sebagai ibu dalam segi bicara dan perilakunya. Dalam tataran anak remaja, imajinasi ini biasanya berupa fiksi ilmiah, yakni sudah cukup mampu mengembangkan imajinasinya dalam bentuk-bentuk keilmuan, seperti menulis cerpen atau naskah drama, menciptakan lirik lagu, bermusik dengan genre tertentu, dan lain-lain.
Senang Menjajaki Lingkungannya
Anak kreatif senang dengan bermain. Bermain dan permainannya itu selain menyenangkannya juga membuatnya banyak belajar. Ia bisa mengumpulkan dan meneliti makhluk hidup, serta benda mati yang ada di lingkungannya. Hal ini tentu saja bermanfaat untuk masa depannya karena ia akan selalu belajar dan mengasah rasa ingin tahunya terhadap sesuatu secara mendalam. Ciri ini juga terkait dengan kecerdasan anak secara naturalis. Msalnya, karena ia senang meneliti makhluk hidup, maka ia senang memelihara binatang atau tanaman yang disukainya dan memberinya nama.
Banyak Ajukan Pertanyaan
Anak kreatif sangat suka mengajukan pertanyaan, baik secara spontan yang berkaitan dengan pengalaman barunya maupun hasil ia berpikir. Sering kali pertanyaan yang diajukannya membuat kita sulit dan merasa terjebak. Karena itu, kita harus memiliki strategi yang tepat dengan berhati-hati memberikan pernyataan dan harus siap dengan jawaban yang membuatnya mengerti.
Mempunyai Rasa Ingin Tahu yang Kuat
Anak kreatif suka memperhatikan sesuatu yang dianggap menarik dan mendalaminya sampai puas. Rasa ingin tahu anak kreatif sangat tinggi, sehingga ia tak akan melewatkan kesempatan untuk bertanya. Karena itu, kita sering dibuatnya agak kewalahan bahkan jengkel dengan menganggap anak kita bawel. Padahal itulah kehebatannya, rasa ingin tahunya akan membuatnya haus ilmu, memiliki daya kritis dalam berpikir dan tidak cepat percaya dengan ucapan orang sebelum membuktikan kebenarannya. Karena itu, fokus dan konsentrasi terhadap anak kreatif harus benar-benar diperhatikan. Cara berpikirnya yang cepat dan lancar akan membuatnya mudah bertindak memuaskan keingintahuannya.
Suka Melakukan Eksperimen
Anak kreatif suka melakukan percobaan dengan berbagai cara untuk memuaskan rasa penasaran dan rasa ingin tahunya. Karena itu, sebagaimana contoh di atas, orang tua harus bayak mendampingi dan membimbingnya, tetapi tidak bertujuan menghambat atau terlalu mencampuri eksperimennya itu. Memberikan penjelasan tentang baik dan buruknya sesuatu lebih baik daripada berkata “jangan” atau “tidak boleh”.
Suka Menerima Rangsangan Baru
Anak kreatif sangat suka mendapatkan stimulus atau rangsangan baru, serta terbuka terhadap pengalaman baru. Hal ini berkaitan dengan rasa ingin tahunya dan kesukaannya bereksperimen. Semakin banyak stimulus yang kita berikan, maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapatkannya dan semakin banyak pula percobaan yang dilakukannya, sehingga proses dan kemampuan berpikirnya akan terus berkembang dan mengasah kecerdasan otaknya.
Berminat Melakukan Banyak Hal
Anak kreatif memiliki minat yang besar terhadap banyak hal. Ia suka melakukan hal-hal yang baru, berani mencoba hal baru dan tidak takut terhadap tantangan. Dengan mengetahui antusiasme dari minatnya terhadap sesuatu akan membantu orang tua mengenali bakat anak, sehingga sejak dini bisa mengembangkan minat dan bakatnya secara berdampingan dan berkesinambungan. Selain itu, keberanian melakukan hal-hal baru dapat memupuk rasa percaya dirinya yang bermanfaat untuk perkembangan kepribadiannya kelak.
Tidak Mudah Merasa Bosan
Anak kreatif tidak mudah bosan melakukan sesuatu. Ia akan melakukannya sampai ia merasa benar-benar puas. Jika sudah puas, maka ia akan melakukan sesuatu yang lain lagi. Inilah ciri kreativitasnya yang menonjol. Ketidakbosanan merupakan aset berharga yang akan membuatnya terus mencari hal-hal yang dapat menginspirasinya untuk berkreasi dan berinovasi dengan hal-hal yang dialaminya dan dilihatnya, sehingga proses kereatifnya terus berjalan seiring pertumbuhan usianya.
Kreativitas lahir bukan semata-mata karena faktor keturunan, tetapi lebih karena adanya faktor stimulasi dari lingkungan anak. Stimulus dan bimbingan orang tua merupakan faktor utama dalam menumbuh kembangkan kreativitas anak. Dengan mengenali dan memahami ciri anak kreatif, orang tua dapat mengoptimalkan kemampuannya untuk mengembangkan kreativitas anak-anaknya. Karena itu, anak merupakan anugerah yang harus kita syukuri, membuat kita belajar dari dan tentang banyak hal dalam kehidupan. (pusdat/berbagai sumber)
Berpikir Lancar
Anak kreatif mampu memberikan banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan yang kita berikan. Dalam kejadian sehari-hari, kita sering bertanya “apa”, maka sering pula dijawab dengan banyak jawaban, meskipun kadang-kadang jawabannya agak melenceng. Namun, itulah salah satu kehebatan anak kreatif.
Dalam jangka panjang, anak kreatif mampu memberikan banyak solusi atas masalah yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena di masa depannya hidup akan penuh masalah dan tantangan. Dengan kreativitasnya, maka ia akan lebih mudah menjawab masalah dan tantangan tersebut.
Fleksibel dalam Berpikir
Anak kreatif mampu melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (fleksibel), sehingga ia mampu memberikan jawaban variatif. Hal ini akan memudahkannya menjalani kehidupan dan menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan. Seringkali tanpa kita sadari, anak memberikan jawaban atau komentar yang solutif atas pertanyaan dan pernyataan kita.
Orisinil (Asli) dalam Berpikir
Anak kreatif mampu memberikan jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain. Jawaban-jawaban baru yang tidak lazim diungkapkan anak-anak atau kadang tak terpikirkan orang lain, di luar perkiraan dan khas.
Elaborasi
Anak kreatif mampu memberikan banyak gagasan dengan menggabungkan beberapa ide atas jawaban yang dikemukakan, sehingga ia mampu untuk mengembangkan, memperkaya jawabannya secara rinci dan detail hingga hal-hal kecil.
Imaginatif
Anak kreatif memiliki daya khayal atau imajinasi, yang ia aplikasikan dalam kegiatannya sehari-hari. Ia menyukai imajinasi dan sering bermain peran imajinasi. Misalnya, ia membayangkan dirinya sebagai Ibu, maka ia akan berperan sebagai ibu dalam segi bicara dan perilakunya. Dalam tataran anak remaja, imajinasi ini biasanya berupa fiksi ilmiah, yakni sudah cukup mampu mengembangkan imajinasinya dalam bentuk-bentuk keilmuan, seperti menulis cerpen atau naskah drama, menciptakan lirik lagu, bermusik dengan genre tertentu, dan lain-lain.
Senang Menjajaki Lingkungannya
Anak kreatif senang dengan bermain. Bermain dan permainannya itu selain menyenangkannya juga membuatnya banyak belajar. Ia bisa mengumpulkan dan meneliti makhluk hidup, serta benda mati yang ada di lingkungannya. Hal ini tentu saja bermanfaat untuk masa depannya karena ia akan selalu belajar dan mengasah rasa ingin tahunya terhadap sesuatu secara mendalam. Ciri ini juga terkait dengan kecerdasan anak secara naturalis. Msalnya, karena ia senang meneliti makhluk hidup, maka ia senang memelihara binatang atau tanaman yang disukainya dan memberinya nama.
Banyak Ajukan Pertanyaan
Anak kreatif sangat suka mengajukan pertanyaan, baik secara spontan yang berkaitan dengan pengalaman barunya maupun hasil ia berpikir. Sering kali pertanyaan yang diajukannya membuat kita sulit dan merasa terjebak. Karena itu, kita harus memiliki strategi yang tepat dengan berhati-hati memberikan pernyataan dan harus siap dengan jawaban yang membuatnya mengerti.
Mempunyai Rasa Ingin Tahu yang Kuat
Anak kreatif suka memperhatikan sesuatu yang dianggap menarik dan mendalaminya sampai puas. Rasa ingin tahu anak kreatif sangat tinggi, sehingga ia tak akan melewatkan kesempatan untuk bertanya. Karena itu, kita sering dibuatnya agak kewalahan bahkan jengkel dengan menganggap anak kita bawel. Padahal itulah kehebatannya, rasa ingin tahunya akan membuatnya haus ilmu, memiliki daya kritis dalam berpikir dan tidak cepat percaya dengan ucapan orang sebelum membuktikan kebenarannya. Karena itu, fokus dan konsentrasi terhadap anak kreatif harus benar-benar diperhatikan. Cara berpikirnya yang cepat dan lancar akan membuatnya mudah bertindak memuaskan keingintahuannya.
Suka Melakukan Eksperimen
Anak kreatif suka melakukan percobaan dengan berbagai cara untuk memuaskan rasa penasaran dan rasa ingin tahunya. Karena itu, sebagaimana contoh di atas, orang tua harus bayak mendampingi dan membimbingnya, tetapi tidak bertujuan menghambat atau terlalu mencampuri eksperimennya itu. Memberikan penjelasan tentang baik dan buruknya sesuatu lebih baik daripada berkata “jangan” atau “tidak boleh”.
Suka Menerima Rangsangan Baru
Anak kreatif sangat suka mendapatkan stimulus atau rangsangan baru, serta terbuka terhadap pengalaman baru. Hal ini berkaitan dengan rasa ingin tahunya dan kesukaannya bereksperimen. Semakin banyak stimulus yang kita berikan, maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapatkannya dan semakin banyak pula percobaan yang dilakukannya, sehingga proses dan kemampuan berpikirnya akan terus berkembang dan mengasah kecerdasan otaknya.
Berminat Melakukan Banyak Hal
Anak kreatif memiliki minat yang besar terhadap banyak hal. Ia suka melakukan hal-hal yang baru, berani mencoba hal baru dan tidak takut terhadap tantangan. Dengan mengetahui antusiasme dari minatnya terhadap sesuatu akan membantu orang tua mengenali bakat anak, sehingga sejak dini bisa mengembangkan minat dan bakatnya secara berdampingan dan berkesinambungan. Selain itu, keberanian melakukan hal-hal baru dapat memupuk rasa percaya dirinya yang bermanfaat untuk perkembangan kepribadiannya kelak.
Tidak Mudah Merasa Bosan
Anak kreatif tidak mudah bosan melakukan sesuatu. Ia akan melakukannya sampai ia merasa benar-benar puas. Jika sudah puas, maka ia akan melakukan sesuatu yang lain lagi. Inilah ciri kreativitasnya yang menonjol. Ketidakbosanan merupakan aset berharga yang akan membuatnya terus mencari hal-hal yang dapat menginspirasinya untuk berkreasi dan berinovasi dengan hal-hal yang dialaminya dan dilihatnya, sehingga proses kereatifnya terus berjalan seiring pertumbuhan usianya.
Kreativitas lahir bukan semata-mata karena faktor keturunan, tetapi lebih karena adanya faktor stimulasi dari lingkungan anak. Stimulus dan bimbingan orang tua merupakan faktor utama dalam menumbuh kembangkan kreativitas anak. Dengan mengenali dan memahami ciri anak kreatif, orang tua dapat mengoptimalkan kemampuannya untuk mengembangkan kreativitas anak-anaknya. Karena itu, anak merupakan anugerah yang harus kita syukuri, membuat kita belajar dari dan tentang banyak hal dalam kehidupan. (pusdat/berbagai sumber)
SERING kita menemukan seorang anak yang terlihat malas di kelas atau memiliki nilai sekolah yang tidak terlalu baik. Namun ada kalanya mereka bisa mendapatkan nilai yang melebihi teman-teman mereka satu kelas, atau memiliki sesuatu kemampuan yang tidak kita duga dan tidak bisa dilakukan oleh anak-anak yang lain. Jadi bila kita menemukan seorang anak atau bahkan mungkin buah hati kita sendiri terlihat “kurang pandai” jangan berkecil hati. Mungkin saja dia adalah anak yang kreatif dan cerdas, namun belum terlatih /terasah dengan baik. Setiap anak pasti memiliki bakat untuk menjadi anak yang cerdas dan kreatif. Tinggal mencari tahu bagaimana cara melatih anak agar bisa menjadi anak yang cerdas dan kreatif. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti untuk mengasah kreativitas anak.
* Berkreasi Setiap Hari
Untuk menunjukkan kepedulian kita pada sang buah hati dalam berkreasi, marilah kita ajarkan buah hati kita untuk membuat sesuatu yang kreatif. Misalnya dengan menggambar, melipat kertas, bermain game (porsi yang semestinya), bermain permainan-permaian edukatif, bernyanyi, bercerita, dan masih banyak lagi. Usahakanlah untuk bisa menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari apa yang pernah dilakukan oleh sang buah hati, sehingga anak tidak merasa bosan dan terpacu untuk lebih berpikiran kreatif.
* Menggunakan Kedua Sisi Tubuh
Hal ini memang tidak lazim dilakukan. Namun bila buah hati kita kita latih sejak dini untuk melakukan hal ini, maka hal ini akan sangat bermanfaat di kemuadian hari. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melatih anak melakukan sesuatu menggunakan kedua sisi tubuh. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menggambar atau mewarnai menggunakan tangan yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, buah hati kita biasa menggunakan tangan kanan saat melakukan aktivitas sehari-hari (menulis, sikat gigi, makan, dll). Maka kita ajari mereka menggunakan tangan kiri saat menggambar. Akan lebih baik lagi bila dalam aktivitas sehari-hari pun mereka juga terlatih untuk menggunakan tangan yang bergantian. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri.
* Memiliki Tokoh yang Bisa Diteladani dan Diidolakan
Dengan memperkenalkan banyak tokoh dunia yang telah sukses, anak-anak menjadi tahu berbagai macam kepribadian dan prestasi dari orang lain. Hal ini sangat penting. Kenapa? Karena anak-anak suka sekali meniru orang lain. Tokoh-tokoh ini bisa seorang pahlawan, penemu, rohaniwan, dan tokoh-tokoh lain yang bisa menjadi teladan buat sang buah hati. Jangan sampai buah hati kita hanya mengidolakan tokoh-tokoh kartun atau film (seperti Tom and Jerry, Superman, Batman, dll). Hal ini memang tidak dilarang, namun akan lebih baik bila tokoh-tokoh tersebut adalah seseorang yang nyata sehingga bisa menumbuhkan motovasi anak untuk meniru hal-hal yang baik di dalam diri tokoh tersbut, lalu diteladani dalam kehidupan yang nyata.
* Meningkatkan Perbendaharaan Kata pada Anak
Semakin tinggi perbedaharaan kata anak, maka seorang anak akan menjadi lebih mudah dalam memahami seseuatu. Misalnya pada saat membaca. Bila buah hati kita banyak mengetahui makna kata yang dia baca di dalam sebuah artikel, maka mereka akan lebih mudah memahami isi artikel yang ia baca. Dengan mengerti isi artikel yang ia baca, maka pengetahuan si kecil pun menjadi lebih luas.
* Melatih Kemampuan Mendengar Anak
Agar indera pendengaran bisa terlatih dengan baik, alangkah lebih baik bila kita sering-sering mengajak anak untuk mendengarkan lagu atau cerita lalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan lagu atau cerita tersebut (misalnya dengan cara tebak-tebakan).
* Menggunakan Warna-warni Saat Bermain dan Belajar
Mengapa mainan anak-anak berwarna-warni? Mungkin sebagian dari kita warna-warni hanya digunakan untuk menarik minat anak-anak untuk membeli mainan yang ditawarkan. Namun sebenarnya ada fungsi lain yang lebih bermanfaat. Warna-warni yang biasa dipakai dalam mainan anak ternyata juga bisa mengaktifkan otak kanan. Jadi pada saat buah hati kita belajar menulis, menggambar, dan mewarnai, usahakan menggunakan pensil atau peralatan lain yang berwarna-warni.
* Melatih Ketelitian Anak
Saat anak melihat sebuah gambar jerapah, akan lebih mudah bagi anak untuk mengatakan bahwa itu adalah seekor jerapah, daripada melihat kaki jerapah yang panjang dan meminta anak menyebutkan alasan kenapa kaki jerapah begitu panjang. Mengapa hal ini sangat penting? Karena dengan membiasakan anak untuk belajar sesuatu secara lebih mendetail atau kompleks, maka anak-anak akan menjadi lebih termotivasi untuk “mengenal secara lebih” tentang sesuatu yang sudah mereka ketahui.
* Memberikan Liburan yang Kreatif
Liburan yang kreatif tidak harus mahal, namun yang terpenting adalah sesuai dengan minat anak. Hal ini bahkan bisa dilakukan di rumah. Misalnya dengan berkebun, mendekorasi rumah, membuat kreasi pernik-pernik, dan masih banyak lagi. Bila perlu kita juga mengajak anak berlibur di luar rumah, misalnya ke tempat wisata yang memiliki permainan outbound. Anak-anak aktif biasanya akan menyukai hal ini, karena segala “emosi dan jiwa” mereka bisa tersalurkan dengan baik. Selain itu, dari pembinaan kakak outbound, anak akan mendapatkan banyak pelajaran tentang arti kerjasama, toleransi, sosialisasi, dan lain-lain.
* Jangan Terlalu Serius Dalam Mendidik
Suasana keluarga yang terlalu serius dan kaku, biasanya juga kurang mendukung kreatifitas anak untuk bisa berkembang. Gurauan dan humor-humor kecil sangatlah penting di dalam sebuah keluarga. Kita bisa mengajak buah hati kita bercanda pada saat-saat santai, membacakan cerita humor, menceritakan pengalaman sehari-hari yang lucu, dan masih banyak lagi cara lain yang bisa membuat anak merasa rileks saat bertemu dengan orang tuanya. Hal ini juga akan membuat anak merasakan suka cita saat berada di dalam rumah, sehingga anak-anak kita pun bisa lebih ekspresif terutama yang berhubungan dengan kreatifitas yang dia minati dan bakat yang dimiliki.
* Melatih Kemampuan Otak Kanan
Dengan mengajak anak-anak bernyanyi, berpuisi, menggambar, dan berbagai macam kegiatan kreatif lainnya, kemapuan otak kanan akan bekerja dengan lebih optimal. Di sekolah, biasanya anak-anak akan lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan bila kemampuan otak kanan dan kiri bisa bekerja dengan baik dan seimbang, maka anak-anak tidak hanya akan berpeluang mendapatkan prestasi di bidang akademisa saja, melainkan bisa meraih prestasi-prestasi di bidang yang lain, misalnya kesenian. (pusdat/berbagai sumber)
* Berkreasi Setiap Hari
Untuk menunjukkan kepedulian kita pada sang buah hati dalam berkreasi, marilah kita ajarkan buah hati kita untuk membuat sesuatu yang kreatif. Misalnya dengan menggambar, melipat kertas, bermain game (porsi yang semestinya), bermain permainan-permaian edukatif, bernyanyi, bercerita, dan masih banyak lagi. Usahakanlah untuk bisa menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari apa yang pernah dilakukan oleh sang buah hati, sehingga anak tidak merasa bosan dan terpacu untuk lebih berpikiran kreatif.
* Menggunakan Kedua Sisi Tubuh
Hal ini memang tidak lazim dilakukan. Namun bila buah hati kita kita latih sejak dini untuk melakukan hal ini, maka hal ini akan sangat bermanfaat di kemuadian hari. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melatih anak melakukan sesuatu menggunakan kedua sisi tubuh. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menggambar atau mewarnai menggunakan tangan yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, buah hati kita biasa menggunakan tangan kanan saat melakukan aktivitas sehari-hari (menulis, sikat gigi, makan, dll). Maka kita ajari mereka menggunakan tangan kiri saat menggambar. Akan lebih baik lagi bila dalam aktivitas sehari-hari pun mereka juga terlatih untuk menggunakan tangan yang bergantian. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri.
* Memiliki Tokoh yang Bisa Diteladani dan Diidolakan
Dengan memperkenalkan banyak tokoh dunia yang telah sukses, anak-anak menjadi tahu berbagai macam kepribadian dan prestasi dari orang lain. Hal ini sangat penting. Kenapa? Karena anak-anak suka sekali meniru orang lain. Tokoh-tokoh ini bisa seorang pahlawan, penemu, rohaniwan, dan tokoh-tokoh lain yang bisa menjadi teladan buat sang buah hati. Jangan sampai buah hati kita hanya mengidolakan tokoh-tokoh kartun atau film (seperti Tom and Jerry, Superman, Batman, dll). Hal ini memang tidak dilarang, namun akan lebih baik bila tokoh-tokoh tersebut adalah seseorang yang nyata sehingga bisa menumbuhkan motovasi anak untuk meniru hal-hal yang baik di dalam diri tokoh tersbut, lalu diteladani dalam kehidupan yang nyata.
* Meningkatkan Perbendaharaan Kata pada Anak
Semakin tinggi perbedaharaan kata anak, maka seorang anak akan menjadi lebih mudah dalam memahami seseuatu. Misalnya pada saat membaca. Bila buah hati kita banyak mengetahui makna kata yang dia baca di dalam sebuah artikel, maka mereka akan lebih mudah memahami isi artikel yang ia baca. Dengan mengerti isi artikel yang ia baca, maka pengetahuan si kecil pun menjadi lebih luas.
* Melatih Kemampuan Mendengar Anak
Agar indera pendengaran bisa terlatih dengan baik, alangkah lebih baik bila kita sering-sering mengajak anak untuk mendengarkan lagu atau cerita lalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan lagu atau cerita tersebut (misalnya dengan cara tebak-tebakan).
* Menggunakan Warna-warni Saat Bermain dan Belajar
Mengapa mainan anak-anak berwarna-warni? Mungkin sebagian dari kita warna-warni hanya digunakan untuk menarik minat anak-anak untuk membeli mainan yang ditawarkan. Namun sebenarnya ada fungsi lain yang lebih bermanfaat. Warna-warni yang biasa dipakai dalam mainan anak ternyata juga bisa mengaktifkan otak kanan. Jadi pada saat buah hati kita belajar menulis, menggambar, dan mewarnai, usahakan menggunakan pensil atau peralatan lain yang berwarna-warni.
* Melatih Ketelitian Anak
Saat anak melihat sebuah gambar jerapah, akan lebih mudah bagi anak untuk mengatakan bahwa itu adalah seekor jerapah, daripada melihat kaki jerapah yang panjang dan meminta anak menyebutkan alasan kenapa kaki jerapah begitu panjang. Mengapa hal ini sangat penting? Karena dengan membiasakan anak untuk belajar sesuatu secara lebih mendetail atau kompleks, maka anak-anak akan menjadi lebih termotivasi untuk “mengenal secara lebih” tentang sesuatu yang sudah mereka ketahui.
* Memberikan Liburan yang Kreatif
Liburan yang kreatif tidak harus mahal, namun yang terpenting adalah sesuai dengan minat anak. Hal ini bahkan bisa dilakukan di rumah. Misalnya dengan berkebun, mendekorasi rumah, membuat kreasi pernik-pernik, dan masih banyak lagi. Bila perlu kita juga mengajak anak berlibur di luar rumah, misalnya ke tempat wisata yang memiliki permainan outbound. Anak-anak aktif biasanya akan menyukai hal ini, karena segala “emosi dan jiwa” mereka bisa tersalurkan dengan baik. Selain itu, dari pembinaan kakak outbound, anak akan mendapatkan banyak pelajaran tentang arti kerjasama, toleransi, sosialisasi, dan lain-lain.
* Jangan Terlalu Serius Dalam Mendidik
Suasana keluarga yang terlalu serius dan kaku, biasanya juga kurang mendukung kreatifitas anak untuk bisa berkembang. Gurauan dan humor-humor kecil sangatlah penting di dalam sebuah keluarga. Kita bisa mengajak buah hati kita bercanda pada saat-saat santai, membacakan cerita humor, menceritakan pengalaman sehari-hari yang lucu, dan masih banyak lagi cara lain yang bisa membuat anak merasa rileks saat bertemu dengan orang tuanya. Hal ini juga akan membuat anak merasakan suka cita saat berada di dalam rumah, sehingga anak-anak kita pun bisa lebih ekspresif terutama yang berhubungan dengan kreatifitas yang dia minati dan bakat yang dimiliki.
* Melatih Kemampuan Otak Kanan
Dengan mengajak anak-anak bernyanyi, berpuisi, menggambar, dan berbagai macam kegiatan kreatif lainnya, kemapuan otak kanan akan bekerja dengan lebih optimal. Di sekolah, biasanya anak-anak akan lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan bila kemampuan otak kanan dan kiri bisa bekerja dengan baik dan seimbang, maka anak-anak tidak hanya akan berpeluang mendapatkan prestasi di bidang akademisa saja, melainkan bisa meraih prestasi-prestasi di bidang yang lain, misalnya kesenian. (pusdat/berbagai sumber)
BERANJAK dengan latar belakang sejarah. Gerakan pramuka telah lahir pada tahun 1961. Dengan latar belakang inilah, dimana orang perlu mengkaji kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun enam puluhan. Sejumlah kepanduan di Indonesia sangat banyak jumlahnya menjadikan tidak sepadan dengan jumlah seluruh anggota kepanduan itu.
Maka timbullah peraturan pada masa perintisan. Dengan keluarnya Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang rencana pembangunan nasional semesta berencana. Dalam ketetapannya itu ditemukan pasal 330.C, yang mengatakan bahwa dasar pendidikan dibidang kepanduan adalah Pancasila dan seterusnya.
Untuk itu Presiden selaku mandataris MPRS, Ir. Soekarno pada tanggal 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia di Istana Negara Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitasnya pendidikannya harus diganti, seluruh organisasi kepanduannya yang ada dilebur menjadi satu kemudian disebut dengan Praja Muda Karana (Pramuka). Kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 tahun 1961 tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka. Gerakan pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Kemudian pada tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Pramuka.
Manfaat Pramuka
Terkait pembangunan karakter, sejumlah hal yang harus diperhatikan, dikembangkan dan diolah. Pramuka membangun akhak anak bangsa yang baik, berbudi pekerti, berpikir positif, tangguh, percaya diri tetapi tidak takabur, disiplin, inovatif dan rukun serta memiliki kesetiakawanan. Betapa pentingnya gerakan pramuka, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Ada tiga pilar utama menuju bangsa yang maju yang berkaitan langsung dengan gerakan pramuka adalah membangun pradaban yang mulia. Salah satu hal yang penting dalam membangun pradaban bangsa yang mulia adalah membangun karakter. Pembangunan karaketr itu bisa dilakukan didalam gerakan pramuka dengan berjenis latihan dan keterampilan yang dimiliki.
Sebagai organisasi sosial gerakan pramuka menitik beratkan pada pembinaan mental dan disiplin yang tinggi kepada para anggotanya. Pramuka terbukti mampu melahirkan generasi-generasi muda atau tunas-tunas bangsa yang tangguh dan bertanggung jawab. Olih karenanya gerakan pramuka harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan dikalangan anak dan kaum muda. Gerakan pramuka adalah mendidik anak dan kaum muda agar berwatak dan berkepribadian luhur serta memiliki jiwa bela negara yang andal. Pendidikan pramuka berperan sebagai komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal. Untuk mencapai maksud tesebut dilaksanakan kegiatan kepramukaan melalui proses pendidikan yang menyenangkan dengan menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Gerakan pramuka sangat baik dalam pembentukan ''human character building'' (pembentukan karakter manusia) yang terbukti mampu menciptakan insan yang mandiri dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan semuanya itu agar tiap-tiap jenjang pendidikan memasukkan pendidikan gerakan pramuka diantaranya bisa dimasukkan dalam pendidikan pengembangan diri, ekstrakurikuler atau yang sejenisnya. Dikatakan juga gerakan pramuka mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang tertuang dalam Dasar Dharma Pramuka.
Manfaat Kegiatan
Manfaat kegiatan pramuka kalau dilihat dari sudut pandang kesehatan, kegiatan pramuka bisa merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak. Bahkan gerakan pramuka dijadikan alat guna menumbuhkan rasa percaya diri anak.
Dalam merangsang anak, program-program kegiatan pramuka harus relevan dan disesuaikan dengan minat-bakat. Dan juga dalam kegiatannya menyelipkan kegiatan spiritual, hal itu dapat dilakukan dengan mengundang pakar atau tokoh-tokoh spiritual pada hari-hari suci tertentu, untuk penyegaran rohaninya. Dengan harapan anak didik tidak hanya fisiknya saja yang terbangun atau berkembang, namun juga rohaninya yang ikut terbangun atau berkembang.
Menerapkan program pramuka pada pengembangan diri bukan hanya sebagai pelengkap semata, agar gerakan pramuka dapat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar anak.
Pramuka sebagai salah satu wadah positif untuk membangkitkan rasa percaya diri anak. Dalam pramuka anak akan mendapatkan dua hal, yakni belajar berorganisasi dan melakukan beragam outdor maupun indor. Kegiatan ini bisa merangsang kemampuan afektif, kognotif dan psikomotor. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan otak kanan dan otak kiri anak didik.
Pramuka dapat mengajarkan anak bisa menyelesaikan masalah, dalam salah satu kegiatannya umpamanya ada aktivitas mencari jejak. Otak kanan anak dan makin berkembang karena dituntut untuk memiliki ide kreatif agar jejak bisa ditemukan. Kegiatan pramuka juga sarat akan aktivitas tolong-menolong. Ini bermanfaat kemampuan afektif anak.
Tegaknya Disiplin
Dalam kegiatan pramuka membentuk anak-anak menjadi pribadi yang disiplin dalam segala bidang. Tegaknya disiplin ini dapat diterapkan dalam bidang baris berbaris. Dalam kegiatan ini mental dan fisik anak benar-benar disiapkan. Dengan bekal mental dan fisik yang kuat mereka mampu memfilter mana yang baik untuk mereka yang mana dapat menyelamatkan dirinya disamping menegakkan disiplin anak dapat belajar mencintai lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat tanaman di sekolah. Penanaman sikap ini tercermin dalam ajaran Tri Satya dan Dasa Dharma yaitu cinta alam dan kasih sayang pada lingkungan.
Maka timbullah peraturan pada masa perintisan. Dengan keluarnya Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang rencana pembangunan nasional semesta berencana. Dalam ketetapannya itu ditemukan pasal 330.C, yang mengatakan bahwa dasar pendidikan dibidang kepanduan adalah Pancasila dan seterusnya.
Untuk itu Presiden selaku mandataris MPRS, Ir. Soekarno pada tanggal 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia di Istana Negara Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitasnya pendidikannya harus diganti, seluruh organisasi kepanduannya yang ada dilebur menjadi satu kemudian disebut dengan Praja Muda Karana (Pramuka). Kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 tahun 1961 tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka. Gerakan pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Kemudian pada tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Pramuka.
Manfaat Pramuka
Terkait pembangunan karakter, sejumlah hal yang harus diperhatikan, dikembangkan dan diolah. Pramuka membangun akhak anak bangsa yang baik, berbudi pekerti, berpikir positif, tangguh, percaya diri tetapi tidak takabur, disiplin, inovatif dan rukun serta memiliki kesetiakawanan. Betapa pentingnya gerakan pramuka, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Ada tiga pilar utama menuju bangsa yang maju yang berkaitan langsung dengan gerakan pramuka adalah membangun pradaban yang mulia. Salah satu hal yang penting dalam membangun pradaban bangsa yang mulia adalah membangun karakter. Pembangunan karaketr itu bisa dilakukan didalam gerakan pramuka dengan berjenis latihan dan keterampilan yang dimiliki.
Sebagai organisasi sosial gerakan pramuka menitik beratkan pada pembinaan mental dan disiplin yang tinggi kepada para anggotanya. Pramuka terbukti mampu melahirkan generasi-generasi muda atau tunas-tunas bangsa yang tangguh dan bertanggung jawab. Olih karenanya gerakan pramuka harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan dikalangan anak dan kaum muda. Gerakan pramuka adalah mendidik anak dan kaum muda agar berwatak dan berkepribadian luhur serta memiliki jiwa bela negara yang andal. Pendidikan pramuka berperan sebagai komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal. Untuk mencapai maksud tesebut dilaksanakan kegiatan kepramukaan melalui proses pendidikan yang menyenangkan dengan menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Gerakan pramuka sangat baik dalam pembentukan ''human character building'' (pembentukan karakter manusia) yang terbukti mampu menciptakan insan yang mandiri dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan semuanya itu agar tiap-tiap jenjang pendidikan memasukkan pendidikan gerakan pramuka diantaranya bisa dimasukkan dalam pendidikan pengembangan diri, ekstrakurikuler atau yang sejenisnya. Dikatakan juga gerakan pramuka mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang tertuang dalam Dasar Dharma Pramuka.
Manfaat Kegiatan
Manfaat kegiatan pramuka kalau dilihat dari sudut pandang kesehatan, kegiatan pramuka bisa merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak. Bahkan gerakan pramuka dijadikan alat guna menumbuhkan rasa percaya diri anak.
Dalam merangsang anak, program-program kegiatan pramuka harus relevan dan disesuaikan dengan minat-bakat. Dan juga dalam kegiatannya menyelipkan kegiatan spiritual, hal itu dapat dilakukan dengan mengundang pakar atau tokoh-tokoh spiritual pada hari-hari suci tertentu, untuk penyegaran rohaninya. Dengan harapan anak didik tidak hanya fisiknya saja yang terbangun atau berkembang, namun juga rohaninya yang ikut terbangun atau berkembang.
Menerapkan program pramuka pada pengembangan diri bukan hanya sebagai pelengkap semata, agar gerakan pramuka dapat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar anak.
Pramuka sebagai salah satu wadah positif untuk membangkitkan rasa percaya diri anak. Dalam pramuka anak akan mendapatkan dua hal, yakni belajar berorganisasi dan melakukan beragam outdor maupun indor. Kegiatan ini bisa merangsang kemampuan afektif, kognotif dan psikomotor. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan otak kanan dan otak kiri anak didik.
Pramuka dapat mengajarkan anak bisa menyelesaikan masalah, dalam salah satu kegiatannya umpamanya ada aktivitas mencari jejak. Otak kanan anak dan makin berkembang karena dituntut untuk memiliki ide kreatif agar jejak bisa ditemukan. Kegiatan pramuka juga sarat akan aktivitas tolong-menolong. Ini bermanfaat kemampuan afektif anak.
Tegaknya Disiplin
Dalam kegiatan pramuka membentuk anak-anak menjadi pribadi yang disiplin dalam segala bidang. Tegaknya disiplin ini dapat diterapkan dalam bidang baris berbaris. Dalam kegiatan ini mental dan fisik anak benar-benar disiapkan. Dengan bekal mental dan fisik yang kuat mereka mampu memfilter mana yang baik untuk mereka yang mana dapat menyelamatkan dirinya disamping menegakkan disiplin anak dapat belajar mencintai lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat tanaman di sekolah. Penanaman sikap ini tercermin dalam ajaran Tri Satya dan Dasa Dharma yaitu cinta alam dan kasih sayang pada lingkungan.
Makna Lambang Gerakan Pramuka
- Lambang Gerakan Pramuka adalah siluet Tunas Kelapa
- Pencipta lambing Gerakan Pramuka adalah Kak Sunaryo Atmodipuro (Andalan Nasional, pernah aktif di Departemen Pertanian).
- Lambang Gerakan Pramuka ditetapkan berdasarkan Surat keputusan Kwarnas Nomor 06/KN/72, tanggal 31 Januari 1972.
- Pengetahuan tentang lambang Gerakan Pramuka merupakan syarat ke-4 syarat kecakapan umum (SKU) tingkat Penggalang Ramu.
- Makna kiasan :
1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal;
yang maksudnya adalah penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru.
Kiasan ini mempunyai makna bahwa setiap pramuka merupakan inti dari kelangsungan hidup bangsa.
- Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun;
Maksudnya, setiap pramuka kuat dan sehat jasmani serta rohaninya.
- Nyiur dapat tumbuh di mana saja;
maksudnya, bukti setiap pramuka dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan (masyarakatr) di mana pun berada dan dalam keadaan yang bagaimana pun.
3. Pohon nyiur tumbuh lurus ke atas;
kiasan bahwa setiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi, lurus, dan benar. Tidak mudah terombang-ambing atau terpengaruh.
4. Akar pohon nyiur tumbuh kuat dan erat dalam tanah;
Artinya, setiap pramuka mempunyai tekad dan keyakinan yang kuat berdasarkan keyakinan yang baik dalam mencapai tujuan.
5. Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari akar samapai ujung atas pohonnya;
Mengiaskan bahwa setiap pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri untuk tanh airnya (Negara). Pohon nyiur memiliki multiguna:
- akarnya dapat untuk obat;
- batangnya untuk tiang rumah, jembatan, dan kayu bakar;
- buahnya dapat dimakan, atau dapat dipolah untuk minyak;
- air buhanya dapat diminum;
- daun muda (janur) untuk hiasan;
- daun pohon kelapa dapat untuk atap rumah;
- tulang daunnya untuk sapu lidi;
- tempurung (bathok: Jawa) untuk alat rumah tangga/kerajinan;
- kulit buahnya untuk membuat keset, tali, dsb.
SEJARAH PRAMUKA INDONESIA
AWAL KEPRAMUKAAN DI INDONESIA
Masa Hindia Belanda
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang “Nederlandse Padvinders Organisatie” (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging” (NIPV) pada tahun 1916.
Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah “Javaanse Padvinders Organisatie” (JPO); berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.
Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti nama menjadi “Hisbul Wathon” (HW); “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu “Persaudaraan Antara Pandu Indonesia” merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.
Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.
Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan “All Indonesian Jamboree”. Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.
Masa Bala Tentara Dai Nippon
“Dai Nippon” ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.
Masa Republik Indonesia
Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.
Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan “Janji Ikatan Sakti”, lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.
Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.
Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepramukaan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.
Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia
Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta. Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.
Seminar Tugu ini meng-hasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan ke-pramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan Novem-ber 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik “Penasionalan Kepanduan”.
Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.
Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.
KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA
Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.
Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.
Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Kelahiran Gerakan Pramuka Kelahiran
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
· Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
· Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.
Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.
Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3. Menepati Dasa Dharma
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3. Menepati Dasa Dharma
Pengertiannya :
a. Tri Satya merupakan janj seorang Pramuka yang harus dtepat.
b. Pramuka berjanji dengan Tri Satya, dengan sepenuh kehormatannya dan ia selalu berusaha memenuhi janjinya itu demi kehormatannya semata.
c. Kewajiban kepada Tuhan, jelas ia harus memeluk suatu agama yang dinyakini. Segala ajarannya dilakukan dan segala larangannya dihindarkannya.
d. Kewajiban kepada negara, seorang Pramuka akan selalu berusaha menjunjung tinggi kehormatan dan kewibawaan negaranya (Indonesia) dengan jalan tunduk kepada undang-undang yang berlaku, menghormati benderanya, melaksanakan dasar negaranya menghayati lambang negaranya, mengakui pemerintahannya, dan menghayati lagu kebangsaannya.
e. Mengamalkan Pancasila, dengan jalan melaksanakan dan menjalankan tuntunan tingkah laku dalam ajaran P-4.
f. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat, sudah dijelaskan dalam uraian Dasa Darma. Sedang mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat, seorang penggalang harus mencari ilmu di sekolah dan pengetahuan di masyarakat agar kelak setelah dewasa ia menjadi manusia yang berguna. Segala ketrampilan ia pelajari sebaik-baiknya untuk persiapannya dikemudian hari.
a. Tri Satya merupakan janj seorang Pramuka yang harus dtepat.
b. Pramuka berjanji dengan Tri Satya, dengan sepenuh kehormatannya dan ia selalu berusaha memenuhi janjinya itu demi kehormatannya semata.
c. Kewajiban kepada Tuhan, jelas ia harus memeluk suatu agama yang dinyakini. Segala ajarannya dilakukan dan segala larangannya dihindarkannya.
d. Kewajiban kepada negara, seorang Pramuka akan selalu berusaha menjunjung tinggi kehormatan dan kewibawaan negaranya (Indonesia) dengan jalan tunduk kepada undang-undang yang berlaku, menghormati benderanya, melaksanakan dasar negaranya menghayati lambang negaranya, mengakui pemerintahannya, dan menghayati lagu kebangsaannya.
e. Mengamalkan Pancasila, dengan jalan melaksanakan dan menjalankan tuntunan tingkah laku dalam ajaran P-4.
f. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat, sudah dijelaskan dalam uraian Dasa Darma. Sedang mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat, seorang penggalang harus mencari ilmu di sekolah dan pengetahuan di masyarakat agar kelak setelah dewasa ia menjadi manusia yang berguna. Segala ketrampilan ia pelajari sebaik-baiknya untuk persiapannya dikemudian hari.
Dasa Darma pramuka
Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isi
dan makna Dasa Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalam
kegiatan Pramuka di tingkat gugus depan, Dasa Darma menjadi materi
wajib di setiap tingkatan, baik penggalang, ramu, rakit, dan terap.
dan makna Dasa Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalam
kegiatan Pramuka di tingkat gugus depan, Dasa Darma menjadi materi
wajib di setiap tingkatan, baik penggalang, ramu, rakit, dan terap.
KALAU dilihat dari isi materi tersebut, ternyata
Dasa Darma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi
manusia seutuhnya. Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan
Pramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina, dengan cara
tersendiri.
Dasa Darma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi
manusia seutuhnya. Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan
Pramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina, dengan cara
tersendiri.
Penulis pun sebagai pembina di lapangan memiliki
cara atau pedoman agar siswa dapat menghafal Dasa Darma Pramuka dengan
mudah. Pedoman itu adalah Ta-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He-Di-Ber-Su.
cara atau pedoman agar siswa dapat menghafal Dasa Darma Pramuka dengan
mudah. Pedoman itu adalah Ta-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He-Di-Ber-Su.
Dasa Darma Pramuka itu
1. Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagai
pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah pencipta
yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupun
tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib
menjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat
lima kali sehari semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain.
pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah pencipta
yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupun
tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib
menjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat
lima kali sehari semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain.
2. Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial.
Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman,
bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita
memerlukan bantuan orang lain.
Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial.
Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman,
bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita
memerlukan bantuan orang lain.
3. Pa: Patriot yang sopan dan ksatria. Sebagai
Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalam
bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan
pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.
Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalam
bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan
pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.
4. Pat: Patuh dan suka bermusyawarah. Dalam situasi
dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap
aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya
bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.
dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap
aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya
bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.
5. Re: Rela menolong dan tabah. Pramuka senantiasa
rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan
sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa
diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu
seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan,
halangan, dan hambatan.
rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan
sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa
diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu
seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan,
halangan, dan hambatan.
6. Ra: Rajin, terampil, dan gembira. Anggota Pramuka
itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia
berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan
sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan,
tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam
melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan
gembira.
itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia
berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan
sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan,
tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam
melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan
gembira.
7. He: Hemat, cermat, dan bersahaja. Ada ungkapan
yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat,
tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk
kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus
cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli
atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun
ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan
angkuh, bersahaja dalam bergaul.
yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat,
tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk
kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus
cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli
atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun
ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan
angkuh, bersahaja dalam bergaul.
8. Di: Disipilin, berani, dan setia. Anggota Pramuka
harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah,
bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan
percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka
harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani
karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia
terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.
harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah,
bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan
percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka
harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani
karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia
terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.
9. Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah
ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus
konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.
Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah
ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus
konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.
10. Suc: Suci dalam pikiran, perkataan, dan
perbuatan. Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidak
ada iri dan dengki.
perbuatan. Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidak
ada iri dan dengki.
Jika semua anggota Pramuka memahami itu semua, insya
Allah ia akan menjadi pribadi yang tangguh, bermanfaat bagi diri
sendiri, bangsa, dan negara.
Allah ia akan menjadi pribadi yang tangguh, bermanfaat bagi diri
sendiri, bangsa, dan negara.
Panduan Pembina Pramuka, Pramuka, Pramuka dan Pramuka
BAB 1
PENGHAYATAN ANGGARAN DASAR PRAMUKA
PENGHAYATAN ANGGARAN DASAR PRAMUKA
1. Pendahuluan
a. Faktor yang melatarbelakangi Kepres RI No. 104 Tahun 2004 dan SK Kwarnas No. 086 tahun 2005 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka adalah :
• Jiwa ksatria yang patriotik dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang adil dan makmur dalam material, spiritual dan beradab.
• Kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
• Upaya pendidikan bagi kaum muda dengan sasaran meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam mewujudkan masyarakat madani dan melestarikan kebutuhan yakni : Negara Kesatuan Republik Indonesia, ideologi dan lingkup nusantara.
b. Fungsi Anggaran dan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam Gerakan Pramuka yakni :
• Landasan hukum dan pengambilan kebijakan gerakan Pramuka
• Petunjuk pelaksanaan
2. Pokok Bahasan
1. Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan, berdasarkan Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
2. Gerakan ini bernama Gerakan Pramuka yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana (Rakyat muda yang berkarya)
3. Tugas pokok gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi generasi muda yakni generasi yang lebih lanjut dapat bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta menciptakan dunia yang lebih baik.
3. Sifat gerakan Pramuka
• Gerakan Pramuka adalah nama kepanduan yang ada di Indonesia.
• Organisasi pendidikan yang anggotanya sukarela, tidak melihat pada unsur Suku, Agama dan Ras (SARA)
• Ikut membantu masyarakat dengan pendidikan non formal, di luar sekolah dan keluarga.
• Menjamin kemerdekaan tiap anggota untuk beragama dan beribadah sesuai agamanya.
4. Usaha-usaha yang dilakukan Gerakan Pramuka
a. Usaha untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka dilakukan dengan berbagai cara, misalnya :
• Budi pekerti lewat pemantapan moral, fisik, pengetahuan dan pengalaman. Dilakukan lewat beberapa hal, yakni :
- Penguatan agama, iman dan taqwa
- P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila)
- Menciptakan kerukunan beragama
- Kepedulian terhadap alam dan lingkungan
• Memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
• Memupuk perasaan cinta tanah air
• Memupuk persaudaraan nasional dan internasional
• Memupuk percaya diri, inovatif dan kreatif
• Memupuk rasa tanggung jawab dan disiplin
• Memupuk kewiraan dan leadership.
• Membina dan melatih panca indera, daya pikir, keterampilan dan hasta karya.
• Bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, praktis, dilakukan di alam terbuka dengan tujuan pembentukan mental.
• Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan untuk memupuk rasa persaudaraan dan perdamaian.
• Bakti masyarakat dan ekspedisi
• Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain.
• Kerjasama dengan instansi dalam pembangunan nasional
• Memasyarakatkan gerakan Pramuka di kalangan kaum muda.
b. Diadakan sarana dan prasarana yang memadai
BAB 2
KEPRAMUKAAN (SEJARAH)
a. Faktor yang melatarbelakangi Kepres RI No. 104 Tahun 2004 dan SK Kwarnas No. 086 tahun 2005 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka adalah :
• Jiwa ksatria yang patriotik dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang adil dan makmur dalam material, spiritual dan beradab.
• Kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
• Upaya pendidikan bagi kaum muda dengan sasaran meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam mewujudkan masyarakat madani dan melestarikan kebutuhan yakni : Negara Kesatuan Republik Indonesia, ideologi dan lingkup nusantara.
b. Fungsi Anggaran dan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam Gerakan Pramuka yakni :
• Landasan hukum dan pengambilan kebijakan gerakan Pramuka
• Petunjuk pelaksanaan
2. Pokok Bahasan
1. Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan, berdasarkan Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
2. Gerakan ini bernama Gerakan Pramuka yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana (Rakyat muda yang berkarya)
3. Tugas pokok gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi generasi muda yakni generasi yang lebih lanjut dapat bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta menciptakan dunia yang lebih baik.
3. Sifat gerakan Pramuka
• Gerakan Pramuka adalah nama kepanduan yang ada di Indonesia.
• Organisasi pendidikan yang anggotanya sukarela, tidak melihat pada unsur Suku, Agama dan Ras (SARA)
• Ikut membantu masyarakat dengan pendidikan non formal, di luar sekolah dan keluarga.
• Menjamin kemerdekaan tiap anggota untuk beragama dan beribadah sesuai agamanya.
4. Usaha-usaha yang dilakukan Gerakan Pramuka
a. Usaha untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka dilakukan dengan berbagai cara, misalnya :
• Budi pekerti lewat pemantapan moral, fisik, pengetahuan dan pengalaman. Dilakukan lewat beberapa hal, yakni :
- Penguatan agama, iman dan taqwa
- P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila)
- Menciptakan kerukunan beragama
- Kepedulian terhadap alam dan lingkungan
• Memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
• Memupuk perasaan cinta tanah air
• Memupuk persaudaraan nasional dan internasional
• Memupuk percaya diri, inovatif dan kreatif
• Memupuk rasa tanggung jawab dan disiplin
• Memupuk kewiraan dan leadership.
• Membina dan melatih panca indera, daya pikir, keterampilan dan hasta karya.
• Bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, praktis, dilakukan di alam terbuka dengan tujuan pembentukan mental.
• Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan untuk memupuk rasa persaudaraan dan perdamaian.
• Bakti masyarakat dan ekspedisi
• Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain.
• Kerjasama dengan instansi dalam pembangunan nasional
• Memasyarakatkan gerakan Pramuka di kalangan kaum muda.
b. Diadakan sarana dan prasarana yang memadai
BAB 2
KEPRAMUKAAN (SEJARAH)
1. Pengertian
Kepramukaan adalah suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik dan menyenangkan bagi anak-anak di bawah tanggung jawab orang dewasa, dilaksanakan di alam terbuka, di luar sekolah dan keluarga, dengan menggunakan prinsip dan metode khusus.
Kepramukaan juga didefinisikan sebagai :
a. Suatu gerakan pendidikan
b. Suatu proses
c. Aktivitas dinamis, bergerak maju sepanjang hayat.
d. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk komunikasi antara pembina dan peserta didik.
Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia, Pramuka adalah nama diri anak didik yang dibina dalam gerakan Pramuka sedangkan kepramukaan adalah ilmu dan materi-materi yang diajarkan dalam gerakan Pramuka.
Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana (Sri Sultan Hamengkubuwono IX), juga dianggap merupakan perpaduan kata pra yang artinya sebelum, dan muka yang artinya depan (yang terdepan). Diharapkan anggota Pramuka mampu menjadi yang terdepan.
2. Sifat
Resolusi kepanduan dunia di Kopenhagen Denmark mengungkapkan bahwa sifat gerakan Pramuka yakni :
a. Nasional, yakni sebagai keadaan, kebutuhan dan kepentingan negara.
b. Internasional, yakni sebagai salah satu cara menciptakan perdamaian dunia.
c. Universal. Maksudnya semua negara di dunia ini menjadi media dalam kegiatan kepanduan.
3. Fungsi
• Sebagai sebuah permainan (game) yakni permainan yang digunakan sebagai sarana pendidikan.
• Sebagai sebuah pekerjaan, yakni pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab jiwa dari orang dewasa.
• Sebagai pencapaian maksud yakni alat untuk membentuk manusia berkualitas tinggi, sebagai pelengkap pendidikan di sekolah dan keluarga. Kegiatan dalam kepramukaan harus :
a. Diprogramkan
b. Direncanakan
c. Dilaksanakan
d. Dievaluasi
4. Asal-usul
Kata Pramuka dalam bahasa Inggris disebut dengan scout. Berasal dari kata out – scout (di luar) atau scouting (kebanyakan di luar). Awalnya didirikan oleh Lord Robert Stephenson Smith Baden Powell of Gilwell. Salah seorang warga Inggris yang dilahirkan di London pada 22 Februari 1857. Ia melihat saat itu banyak anak muda Inggris yang mengalami kerusakan moral. Karenanya ia berinisiatif untuk mengadakan kegiatan yang dilakukan di luar rumah, sifatnya menarik dan menantang. Beliau akhirnya dikenal sebagai Bapak Pandu Sedunia. Istri Baden Powel bernama Olive Simclair Swames, lahir pada tanggal 22 Februari 1889. Baden Powell meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Kenya, Afrika.
Nama gerakan Pramuka mengalami perubahan beberapa kali, yakni :
• 1908 – Scout oleh Bapak Pandu Sedunia
• 1912 – Padvinder (Belanda) – Nederland Padvinder Organization (NPO)
• 1914 – Nederland Indische Padvinder Organization (NIPV)
• 1916 – Javasche Padvinder Organization (JPO) oleh Mangkunegara VII
• 1918 – Padvinder Moehammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan
• 1920 – Hizbul Wathan (HW)
• 1928 – Pandu.
H. Agus Salim pendiri Syarikat Islam menyebutkan Pandu Anshor (NU), setelah peringatan Sumpah Pemuda dan dikenalnya lagu Indonesia Raya, namanya kembali berubah menjadi Pandu.
• 1930 – terjadi Fusi (Penyatuan), mengubah namanya menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KPI)
• 1931 – Persatuan Angkatan Pandu Indonesia (PAPI)
• 1940 – Perkino
• 1943 – Sheinen Sheinondan (saat Jepang menjajah Indonesia)
• 1945 – Pandu Rakyat Indonesia
• 1951 – Ikatan Pandu Indonesia (Ipindo)
• 1954 – Poppindo dan PKPI
• 1958 – Seminar Kepanduan
• 1960 – Ipindo dan Poppindo serta PKPI melebur adlam Perkindo
• 1961 – Gerakan Pramuka, berdasarkan Skep No. 238 tahun 1961. Itulah yang digunakan hingga tahun kini. Penyerahan panji negara pada gerakan Pramuka dilakukan pada 14 Agustus 1961, yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pramuka Indonesia, setelah sebelumnya yakni pada 20 Mei 1961 ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang gerakan Pramuka.
Pada tahun 1967, gerakan Pramuka Indonesia terdaftar di Pandu se-Dunia, menyusul pada tahun 1975 Pandu Putri Indonesia.
5. Lima Unsur utama :
a. Prinsip Dasar Kepramukaan
b. Metode Kepramukaan
c. Kode Kehormatan Pramuka
d. Motto Gerakan Pramuka
e. Kiasan Dasar Gerakan Pramuka
Kepramukaan adalah suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik dan menyenangkan bagi anak-anak di bawah tanggung jawab orang dewasa, dilaksanakan di alam terbuka, di luar sekolah dan keluarga, dengan menggunakan prinsip dan metode khusus.
Kepramukaan juga didefinisikan sebagai :
a. Suatu gerakan pendidikan
b. Suatu proses
c. Aktivitas dinamis, bergerak maju sepanjang hayat.
d. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk komunikasi antara pembina dan peserta didik.
Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia, Pramuka adalah nama diri anak didik yang dibina dalam gerakan Pramuka sedangkan kepramukaan adalah ilmu dan materi-materi yang diajarkan dalam gerakan Pramuka.
Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana (Sri Sultan Hamengkubuwono IX), juga dianggap merupakan perpaduan kata pra yang artinya sebelum, dan muka yang artinya depan (yang terdepan). Diharapkan anggota Pramuka mampu menjadi yang terdepan.
2. Sifat
Resolusi kepanduan dunia di Kopenhagen Denmark mengungkapkan bahwa sifat gerakan Pramuka yakni :
a. Nasional, yakni sebagai keadaan, kebutuhan dan kepentingan negara.
b. Internasional, yakni sebagai salah satu cara menciptakan perdamaian dunia.
c. Universal. Maksudnya semua negara di dunia ini menjadi media dalam kegiatan kepanduan.
3. Fungsi
• Sebagai sebuah permainan (game) yakni permainan yang digunakan sebagai sarana pendidikan.
• Sebagai sebuah pekerjaan, yakni pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab jiwa dari orang dewasa.
• Sebagai pencapaian maksud yakni alat untuk membentuk manusia berkualitas tinggi, sebagai pelengkap pendidikan di sekolah dan keluarga. Kegiatan dalam kepramukaan harus :
a. Diprogramkan
b. Direncanakan
c. Dilaksanakan
d. Dievaluasi
4. Asal-usul
Kata Pramuka dalam bahasa Inggris disebut dengan scout. Berasal dari kata out – scout (di luar) atau scouting (kebanyakan di luar). Awalnya didirikan oleh Lord Robert Stephenson Smith Baden Powell of Gilwell. Salah seorang warga Inggris yang dilahirkan di London pada 22 Februari 1857. Ia melihat saat itu banyak anak muda Inggris yang mengalami kerusakan moral. Karenanya ia berinisiatif untuk mengadakan kegiatan yang dilakukan di luar rumah, sifatnya menarik dan menantang. Beliau akhirnya dikenal sebagai Bapak Pandu Sedunia. Istri Baden Powel bernama Olive Simclair Swames, lahir pada tanggal 22 Februari 1889. Baden Powell meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Kenya, Afrika.
Nama gerakan Pramuka mengalami perubahan beberapa kali, yakni :
• 1908 – Scout oleh Bapak Pandu Sedunia
• 1912 – Padvinder (Belanda) – Nederland Padvinder Organization (NPO)
• 1914 – Nederland Indische Padvinder Organization (NIPV)
• 1916 – Javasche Padvinder Organization (JPO) oleh Mangkunegara VII
• 1918 – Padvinder Moehammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan
• 1920 – Hizbul Wathan (HW)
• 1928 – Pandu.
H. Agus Salim pendiri Syarikat Islam menyebutkan Pandu Anshor (NU), setelah peringatan Sumpah Pemuda dan dikenalnya lagu Indonesia Raya, namanya kembali berubah menjadi Pandu.
• 1930 – terjadi Fusi (Penyatuan), mengubah namanya menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KPI)
• 1931 – Persatuan Angkatan Pandu Indonesia (PAPI)
• 1940 – Perkino
• 1943 – Sheinen Sheinondan (saat Jepang menjajah Indonesia)
• 1945 – Pandu Rakyat Indonesia
• 1951 – Ikatan Pandu Indonesia (Ipindo)
• 1954 – Poppindo dan PKPI
• 1958 – Seminar Kepanduan
• 1960 – Ipindo dan Poppindo serta PKPI melebur adlam Perkindo
• 1961 – Gerakan Pramuka, berdasarkan Skep No. 238 tahun 1961. Itulah yang digunakan hingga tahun kini. Penyerahan panji negara pada gerakan Pramuka dilakukan pada 14 Agustus 1961, yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pramuka Indonesia, setelah sebelumnya yakni pada 20 Mei 1961 ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang gerakan Pramuka.
Pada tahun 1967, gerakan Pramuka Indonesia terdaftar di Pandu se-Dunia, menyusul pada tahun 1975 Pandu Putri Indonesia.
5. Lima Unsur utama :
a. Prinsip Dasar Kepramukaan
b. Metode Kepramukaan
c. Kode Kehormatan Pramuka
d. Motto Gerakan Pramuka
e. Kiasan Dasar Gerakan Pramuka
BAB 3
PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN
PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN
1. Pengertian
Prinsip Dasar Kepramukaan adalah taqwa pada Tuhan, peduli bangsa dan tanah air serta alam semesta.
2. Fungsi
Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai :
a. Norma hidup bagi anggota
b. Landasan kode etik
c. Pedoman
d. Landasan dalam mencapai tujuan
3. Prinsip Dasar Kepramukaan ditumbuhkembangkan melalui penghayatan. Hakikat Pramuka sebenarnya adalah menerima secara sakral. Prinsip Dasar Kepramukaan yakni :
a. Iman dan taqwa
b. Peduli bangsa dan tanah air, peduli kepada sesama hidup dan juga alam semesta.
c. Peduli diri pribadi
d. Taat pada kode kehormatan
Prinsip Dasar Kepramukaan adalah taqwa pada Tuhan, peduli bangsa dan tanah air serta alam semesta.
2. Fungsi
Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai :
a. Norma hidup bagi anggota
b. Landasan kode etik
c. Pedoman
d. Landasan dalam mencapai tujuan
3. Prinsip Dasar Kepramukaan ditumbuhkembangkan melalui penghayatan. Hakikat Pramuka sebenarnya adalah menerima secara sakral. Prinsip Dasar Kepramukaan yakni :
a. Iman dan taqwa
b. Peduli bangsa dan tanah air, peduli kepada sesama hidup dan juga alam semesta.
c. Peduli diri pribadi
d. Taat pada kode kehormatan
BAB 4
METODE KEPRAMUKAAN
METODE KEPRAMUKAAN
1. Metode adalah cara yang dilakukan untuk mendapatkan tujuan semudah mungkin.
2. Kegiatan dalam kepramukaan harus menantang dan menarik, juga menyenangkan.
3. Unsur dalam metode kepramukaan yakni :
a. Pengamalan kode kehormatan, melalui :
1) Ibadah sesuai agama masing-masing
2) Suka menolong dan tidak mudah putus asa
3) Menepati janji dan jujur
b. Belajar sambil melakukan, dengan cara :
1) Sebanyak mungkin melakukan praktik praktis
2) Lebih banyak melakukan daripada menonton
c. Sistem kelompok, bertujuan untuk :
1) Belajar dipimpin dan memimpin
2) Sebagai wadah untuk membangun kerukunan
d. Kegiatan menantang dan mengikat
1) Menantang dan menarik minat
2) Kreatif, inovatif dan rekreatif
3) Disesuaikan dengan usia dan jasmani
e. Kegiatan di alam terbuka, untuk :
1) Menunjukkan saling ketergantungan antara manusia dan alam
2) Menjaga lingkungan demi masa depan generasi
3) Membina kerjasama dan rasa memiliki alam
f. Sistem tanda kecakapan, melalui :
1) SKU (Syarat Kecakapan Umum) yang disimbolkan lewat pemasangan TKU (Tanda Kecakapan Umum)
2) SKK (Syarat Kecakapan Khusus) yang disimbolkan lewat pemasangan TKU (Tanda Kecakapan Khusus)
3) SPG (Syarat Pramuka Garuda) yang disimbolkan lewat TPG (Tanda Pramuka Garuda)
g. Sistem satuan terpisah, dengan melakukan pembinaan bagi putera oleh pembina putra. Begitu juga, peserta didik puteri dibina oleh puteri.
h. Sistem Among
Ing Ngarso sing Tulodo
Ing Madyo Mangun Karso
Tut Wuri Handayani
4. Metode kepramukaan merupakan ciri khas pendidikan
2. Kegiatan dalam kepramukaan harus menantang dan menarik, juga menyenangkan.
3. Unsur dalam metode kepramukaan yakni :
a. Pengamalan kode kehormatan, melalui :
1) Ibadah sesuai agama masing-masing
2) Suka menolong dan tidak mudah putus asa
3) Menepati janji dan jujur
b. Belajar sambil melakukan, dengan cara :
1) Sebanyak mungkin melakukan praktik praktis
2) Lebih banyak melakukan daripada menonton
c. Sistem kelompok, bertujuan untuk :
1) Belajar dipimpin dan memimpin
2) Sebagai wadah untuk membangun kerukunan
d. Kegiatan menantang dan mengikat
1) Menantang dan menarik minat
2) Kreatif, inovatif dan rekreatif
3) Disesuaikan dengan usia dan jasmani
e. Kegiatan di alam terbuka, untuk :
1) Menunjukkan saling ketergantungan antara manusia dan alam
2) Menjaga lingkungan demi masa depan generasi
3) Membina kerjasama dan rasa memiliki alam
f. Sistem tanda kecakapan, melalui :
1) SKU (Syarat Kecakapan Umum) yang disimbolkan lewat pemasangan TKU (Tanda Kecakapan Umum)
2) SKK (Syarat Kecakapan Khusus) yang disimbolkan lewat pemasangan TKU (Tanda Kecakapan Khusus)
3) SPG (Syarat Pramuka Garuda) yang disimbolkan lewat TPG (Tanda Pramuka Garuda)
g. Sistem satuan terpisah, dengan melakukan pembinaan bagi putera oleh pembina putra. Begitu juga, peserta didik puteri dibina oleh puteri.
h. Sistem Among
Ing Ngarso sing Tulodo
Ing Madyo Mangun Karso
Tut Wuri Handayani
4. Metode kepramukaan merupakan ciri khas pendidikan
BAB 5
KODE KEHORMATAN PRAMUKA
KODE KEHORMATAN PRAMUKA
1. Pengertian
Kode kehormatan adalah suatu norma kesadaran mengenai akhlak yang tersimpan dalam hati orang sebagai akibat orang tersebut tahu akan harga dirinya. Pada Pramuka, kode kehormatan merupakan janji dan ketentuan moral.
2. Kode Kehormatan pada Pramuka
a. Satya : Janji seorang Pramuka
b. Darma : Ketentuan moral yang harus dipatuhi
3. Satya Pramuka
Yakni menjadi :
a. Janji yang diucapkan
b. Tindakan pribadi, dan
c. Titik tolak proses pendidikan
4. Darma Pramuka
Merupakan :
a. Alat proses pendidikan
b. Upaya memberi pengalaman praktik
c. Landasan gerak gerakan Pramuka
d. Kode etik organisasi
Kode kehormatan disesuaikan dengan perkembangan jasmani dan rohani.
5. Siaga (7 -10 tahun)
Memiliki kode kehormatan yang disebut dengan Dwi Satya dan Dwi Darma
Dwi Satya
Demi Kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mengikuti Tata Krama Keluarga
- Setiap hari berbuat kebaikan
Dwi Darma
Siaga itu :
- Berbakti pada ayah dan bundanya
- Berani dan tidak putus asa
6. Penggalang (11 – 16 tahun)
Memiliki kode kehormatan yang disebut Tri Satya dan Dasa Darma.
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
- Menepati Dasa Darma
Kode kehormatan adalah suatu norma kesadaran mengenai akhlak yang tersimpan dalam hati orang sebagai akibat orang tersebut tahu akan harga dirinya. Pada Pramuka, kode kehormatan merupakan janji dan ketentuan moral.
2. Kode Kehormatan pada Pramuka
a. Satya : Janji seorang Pramuka
b. Darma : Ketentuan moral yang harus dipatuhi
3. Satya Pramuka
Yakni menjadi :
a. Janji yang diucapkan
b. Tindakan pribadi, dan
c. Titik tolak proses pendidikan
4. Darma Pramuka
Merupakan :
a. Alat proses pendidikan
b. Upaya memberi pengalaman praktik
c. Landasan gerak gerakan Pramuka
d. Kode etik organisasi
Kode kehormatan disesuaikan dengan perkembangan jasmani dan rohani.
5. Siaga (7 -10 tahun)
Memiliki kode kehormatan yang disebut dengan Dwi Satya dan Dwi Darma
Dwi Satya
Demi Kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mengikuti Tata Krama Keluarga
- Setiap hari berbuat kebaikan
Dwi Darma
Siaga itu :
- Berbakti pada ayah dan bundanya
- Berani dan tidak putus asa
6. Penggalang (11 – 16 tahun)
Memiliki kode kehormatan yang disebut Tri Satya dan Dasa Darma.
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
- Menepati Dasa Darma
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta Alam dan Kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
7. Penegak (17 – 20 tahun) dan Pandega (21 – 25 tahun)
Memiliki kode kehormatan yang disebut Tri Satya dan Dasa Darma.
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
- Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
- Menepati Dasa Darma
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta Alam dan Kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Pramuka Itu :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta Alam dan Kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
7. Penegak (17 – 20 tahun) dan Pandega (21 – 25 tahun)
Memiliki kode kehormatan yang disebut Tri Satya dan Dasa Darma.
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
- Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
- Menepati Dasa Darma
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta Alam dan Kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
BAB 6
MOTTO GERAKAN PRAMUKA
MOTTO GERAKAN PRAMUKA
1. Pengertian
Motto adalah semboyan yang diciptakan dalam usaha memberikan spirit bagi anggota dan visi dan misi lembaga
2. Motto Gerakan Pramuka
Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan
3. Fungsi Motto
a. Menambah rasa percaya diri
b. Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara
c. Setiap mengamalkan satya dan darma selalu ada motto
d. Rasa bangga menjadi anggota Pramuka
e. Memiliki budaya kerja yang dilandasi oleh pengabdian
Motto adalah semboyan yang diciptakan dalam usaha memberikan spirit bagi anggota dan visi dan misi lembaga
2. Motto Gerakan Pramuka
Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan
3. Fungsi Motto
a. Menambah rasa percaya diri
b. Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara
c. Setiap mengamalkan satya dan darma selalu ada motto
d. Rasa bangga menjadi anggota Pramuka
e. Memiliki budaya kerja yang dilandasi oleh pengabdian
BAB 7
KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA
KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA
1. Satuan
Kantor Pusat disebut dengan Kwartir yang berarti Markas.
a. Siaga yakni anggota Pramuka yang berumur 7 – 10 tahun. Satuannya adalah Perindukan. Perindukan terdiri atas beberapa barung. (tempat penjaga rumah/ bangunan).
b. Penggalang yakni anggota Pramuka yang berusia 11 – 16 tahun. Satuannya adalah Pasukan. Pasukan terdiri atas beberapa regu(gardu, pangkalan untuk ronda).
c. Penegak yakni anggota Pramuka yang berusia 17 – 20 tahun. Satuannya adalah Ambalan. Ambalan terdiri atas beberapa sangga (rumah penggarap sawah).
d. Pandega adalah Pramuka yang berusia 21 – 25 tahun. Satuannya adalah Racana (pondasi atau alas tiang umpak – atap)
2. Penggunaan Kiasan Dasar
a. Dimaksudkan untuk mengembangkan :
1) Kembangnya imajinasi peserta didik
2) Mendorong kreatifitas dan keikutsertaan dalam kegiatan
b. Penggunaan Kiasan Dasar disesuaikan dengan tingkat perkembangan jiwa peserta didik. Misalnya :
1) S = Hal-hal yang bersifat fantastik dan menyenangkan (hijau)
2) G = Hal-hal yang berhubungan dengan jiwa kepahlawanan (merah)
3) T = Hal-hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan (kuning)
4) D = Simulasi tentang jabatan kepemimpinan (cokelat)
Kantor Pusat disebut dengan Kwartir yang berarti Markas.
a. Siaga yakni anggota Pramuka yang berumur 7 – 10 tahun. Satuannya adalah Perindukan. Perindukan terdiri atas beberapa barung. (tempat penjaga rumah/ bangunan).
b. Penggalang yakni anggota Pramuka yang berusia 11 – 16 tahun. Satuannya adalah Pasukan. Pasukan terdiri atas beberapa regu(gardu, pangkalan untuk ronda).
c. Penegak yakni anggota Pramuka yang berusia 17 – 20 tahun. Satuannya adalah Ambalan. Ambalan terdiri atas beberapa sangga (rumah penggarap sawah).
d. Pandega adalah Pramuka yang berusia 21 – 25 tahun. Satuannya adalah Racana (pondasi atau alas tiang umpak – atap)
2. Penggunaan Kiasan Dasar
a. Dimaksudkan untuk mengembangkan :
1) Kembangnya imajinasi peserta didik
2) Mendorong kreatifitas dan keikutsertaan dalam kegiatan
b. Penggunaan Kiasan Dasar disesuaikan dengan tingkat perkembangan jiwa peserta didik. Misalnya :
1) S = Hal-hal yang bersifat fantastik dan menyenangkan (hijau)
2) G = Hal-hal yang berhubungan dengan jiwa kepahlawanan (merah)
3) T = Hal-hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan (kuning)
4) D = Simulasi tentang jabatan kepemimpinan (cokelat)
BAB 8
SISTEM PENDIDIKAN DALAM GERAKAN PRAMUKA
SISTEM PENDIDIKAN DALAM GERAKAN PRAMUKA
Pikiran Orang Dewasa
1. “Saya belajar kalau saya mau, saya mau belajar kalau itu perlu, saya anggap perlu kalau itu menguntungkan. Saya merasa beruntung kalau pekerjaanku, karyaku berhasil dan orang lain atau masyarakat menghargai aku dan karyaku”
2. Orang dewasa itu dikatakan dewasa jika bersifat mandiri, peduli, bertanggung jawab dan memiliki komitmen.
3. Cara mendewasakan orang dewasa dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan membina :
a. Moral/ mental dan spiritual
b. Fisik
c. Intelektual
d. Emosional
e. Sosial
4. Pandega berarti orang dewasa muda
5. Sistem Pendidikan dalam Gerakan Pramuka dapat dilihat dalam gambar
1. “Saya belajar kalau saya mau, saya mau belajar kalau itu perlu, saya anggap perlu kalau itu menguntungkan. Saya merasa beruntung kalau pekerjaanku, karyaku berhasil dan orang lain atau masyarakat menghargai aku dan karyaku”
2. Orang dewasa itu dikatakan dewasa jika bersifat mandiri, peduli, bertanggung jawab dan memiliki komitmen.
3. Cara mendewasakan orang dewasa dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan membina :
a. Moral/ mental dan spiritual
b. Fisik
c. Intelektual
d. Emosional
e. Sosial
4. Pandega berarti orang dewasa muda
5. Sistem Pendidikan dalam Gerakan Pramuka dapat dilihat dalam gambar
Gambar 1. Sistem Pendidikan dalam Gerakan Pramuka Indonesia
6. Kepramukaan dilakukan untuk meng-Indonesia-kan anak bangsa yang ber-bhinneka sebagai manusia yang ber-Imtaq dan ber-iptek
BAB 9
MEMAHAMI PESERTA DIDIK DAN KEBUTUHANNYA
MEMAHAMI PESERTA DIDIK DAN KEBUTUHANNYA
1. Dasar Pertimbangan
a. Psikologis
Kegiatan akan menarik dan berhasil jika disesuaikan dengan minat, bakat, kemampuan dan keinginan peserta didik.
b. Sosiologis
Secara naluri, peserta didik akan merasa ikut serta memiliki, dan akan aktif mengikutinya.
2. Kebutuhan Peserta Didik
a. Tempat dan kesempatan : untuk memperoleh kegiatan yang mungkin untuk dilaksanakan
b. Peningkatan daya cipta (kreativitas)
c. Daya pembaharuan (inovasi)
3. Upaya memenuhi Kebutuhan Peserta Didik
a. Sajikan kegiatan yang menarik sesuai kebutuhan mereka dengan mengarah kepada kegiatan kehidupan beragama.
b. Pemeliharaan kesehatan dan ketangkasan
c. Pelestarian seni budaya
d. Kegiatan Produktif
a. Ketahanan mental, spiritual, emosional dan sosial
a. Psikologis
Kegiatan akan menarik dan berhasil jika disesuaikan dengan minat, bakat, kemampuan dan keinginan peserta didik.
b. Sosiologis
Secara naluri, peserta didik akan merasa ikut serta memiliki, dan akan aktif mengikutinya.
2. Kebutuhan Peserta Didik
a. Tempat dan kesempatan : untuk memperoleh kegiatan yang mungkin untuk dilaksanakan
b. Peningkatan daya cipta (kreativitas)
c. Daya pembaharuan (inovasi)
3. Upaya memenuhi Kebutuhan Peserta Didik
a. Sajikan kegiatan yang menarik sesuai kebutuhan mereka dengan mengarah kepada kegiatan kehidupan beragama.
b. Pemeliharaan kesehatan dan ketangkasan
c. Pelestarian seni budaya
d. Kegiatan Produktif
a. Ketahanan mental, spiritual, emosional dan sosial
BAB 10
PROGRAM KEGIATAN PESERTA DIDIK (PRODIK)
PROGRAM KEGIATAN PESERTA DIDIK (PRODIK)
Untuk membuat program kegiatan peserta didik perlu diperhatikan langkah-langkah berikut :
1. Apa yang akan dilakukan?
Apa tujuannya?
Metode apa yang akan dipakai?
2. Macam-macamnya? Program tahunan, bulanan, mingguan atau pertemuan?
3. Hal yang perlu diperhatikan : menarik dan menantangkah kegiatannya?
4. Sumber bahan? Mula, bantu, tata (SKU), SKK, Hasil pengamatan?
5. Langkah-langkah menyusun! Sesuaikan dengan golongan
6. Sasaran kegiatan :
a. Spiritual h. Keterampilan
b. Patriotisme i. Pembangunan watak
c. Disiplin j. Seni Budaya
d. Kecerdasan k. Lomba
e. Ketangkasan l. Kesehatan
f. Pengetahuan m. Perdamaian dunia
g. Gotong royong
7. Yang bertugas membuat program adalah dewan satuan.
1. Apa yang akan dilakukan?
Apa tujuannya?
Metode apa yang akan dipakai?
2. Macam-macamnya? Program tahunan, bulanan, mingguan atau pertemuan?
3. Hal yang perlu diperhatikan : menarik dan menantangkah kegiatannya?
4. Sumber bahan? Mula, bantu, tata (SKU), SKK, Hasil pengamatan?
5. Langkah-langkah menyusun! Sesuaikan dengan golongan
6. Sasaran kegiatan :
a. Spiritual h. Keterampilan
b. Patriotisme i. Pembangunan watak
c. Disiplin j. Seni Budaya
d. Kecerdasan k. Lomba
e. Ketangkasan l. Kesehatan
f. Pengetahuan m. Perdamaian dunia
g. Gotong royong
7. Yang bertugas membuat program adalah dewan satuan.
BAB 11
UPACARA SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
UPACARA SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
1. Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan.
2. Tujuan upacara dalam gerakan Pramuka yakni :
a. Membangun ketertiban dalam hidup
b. Belajar untuk dipimpin dan memimpin
c. Meningkatkan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
d. Dilakukan dalam suasana khidmat
3. Macam-macam upacara
a. Upacara umum
b. Upacara pembukaan dan penutupan
4. Tiga versi upacara berdasarkan kehadiran pembina
a. Pembina hadir dan bersedia menjadi pembina upacara
b. Pembina hadir tapi tidak bersedia menjadi pembina upacara
c. Pembina tidak hadir
2. Tujuan upacara dalam gerakan Pramuka yakni :
a. Membangun ketertiban dalam hidup
b. Belajar untuk dipimpin dan memimpin
c. Meningkatkan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
d. Dilakukan dalam suasana khidmat
3. Macam-macam upacara
a. Upacara umum
b. Upacara pembukaan dan penutupan
4. Tiga versi upacara berdasarkan kehadiran pembina
a. Pembina hadir dan bersedia menjadi pembina upacara
b. Pembina hadir tapi tidak bersedia menjadi pembina upacara
c. Pembina tidak hadir
BAB 12
FORUM DALAM KEPRAMUKAAN
FORUM DALAM KEPRAMUKAAN
1. Forum SGTD
a. Pertemuan Dewan Satuan (Siaga), yang diketuai oleh seorang pradana.
b. Pertemuan Dewan Kehormatan (Penggalang), yang diketuai oleh seorang pimpinan regu (Pinru)
Yang dibicarakan dalam forum ini adalah Program Kerja (Pogja), Penerimaan Anggota Baru (PAB), Pelantikan, renungan jiwa.
2. Pertemuan Besar
a. Siaga (S)
- Pesta siaga
- Bazaar
- Gerak dan lagu
- Karnaval
- Pameran lukisan
b. Penggalang (G)
- Jambore (Mulai tingkat Ranting, Cabang, Daerah, dan Nasional)
- Lomba Tingkat (1, 2, 3, 4 dan 5)
c. Penegak (T)
- Bakti Masyarakat
d. Pandega (D)
- Satuan Karya (Saka)
- Perkemahan Wirakarya
- Raimuna
3. Latihan Keterampilan
a. Pertemuan Dewan Satuan (Siaga), yang diketuai oleh seorang pradana.
b. Pertemuan Dewan Kehormatan (Penggalang), yang diketuai oleh seorang pimpinan regu (Pinru)
Yang dibicarakan dalam forum ini adalah Program Kerja (Pogja), Penerimaan Anggota Baru (PAB), Pelantikan, renungan jiwa.
2. Pertemuan Besar
a. Siaga (S)
- Pesta siaga
- Bazaar
- Gerak dan lagu
- Karnaval
- Pameran lukisan
b. Penggalang (G)
- Jambore (Mulai tingkat Ranting, Cabang, Daerah, dan Nasional)
- Lomba Tingkat (1, 2, 3, 4 dan 5)
c. Penegak (T)
- Bakti Masyarakat
d. Pandega (D)
- Satuan Karya (Saka)
- Perkemahan Wirakarya
- Raimuna
3. Latihan Keterampilan
BAB 13
PERTEMUAN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
PERTEMUAN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
1. Fungsi
Fungsi pertemuan dalam kepramukaan adalah untuk :
a. Menjadi wadah tukar menukar informasi
b. Terciptanya media kegiatan peserta didik yang terintegrasi
c. Pertemuan berdasar Metode dalam Kepramukaan, sehingga terarah dengan baik
2. Pertemuan disesuaikan dengan usia dan berpegang pada satuan terpisah
3. Cara memasukkan nilai pendidikan dalam pertemuan
a. Tetapkan sasaran tegas (penilaian)
b. Tetapkan Prinsip Dasar Kepramukaan
c. Libatkan secara penuh PDD
d. Praktek praktis :
- Learning by doing
- Learning by teaching
- Doing to learn
- Learning to earn (makan)
- Earning to life
- Life for server
4. Pertemuan diprogramkan
a. Bersumber pada Dasa Darma dan Tri Satya
b. Semua program dilakukan untuk mendapatkan SKU dan SKK
c. Peserta didik sebagai pelaksana dengan tujuan perkembangan jiwa leadership dan terjalinnya komunikasi yang baik
Fungsi pertemuan dalam kepramukaan adalah untuk :
a. Menjadi wadah tukar menukar informasi
b. Terciptanya media kegiatan peserta didik yang terintegrasi
c. Pertemuan berdasar Metode dalam Kepramukaan, sehingga terarah dengan baik
2. Pertemuan disesuaikan dengan usia dan berpegang pada satuan terpisah
3. Cara memasukkan nilai pendidikan dalam pertemuan
a. Tetapkan sasaran tegas (penilaian)
b. Tetapkan Prinsip Dasar Kepramukaan
c. Libatkan secara penuh PDD
d. Praktek praktis :
- Learning by doing
- Learning by teaching
- Doing to learn
- Learning to earn (makan)
- Earning to life
- Life for server
4. Pertemuan diprogramkan
a. Bersumber pada Dasa Darma dan Tri Satya
b. Semua program dilakukan untuk mendapatkan SKU dan SKK
c. Peserta didik sebagai pelaksana dengan tujuan perkembangan jiwa leadership dan terjalinnya komunikasi yang baik
BAB 14
MAJELIS PEMBIMBING GERAKAN PRAMUKA
1. Mabigus (Majelis Pembimbing Gugus Depan) dipilih lewat Mugus (Musyawarah Gugus Depan)
2. Mabi berperan memberi bimbingan, bantuan moril dan organisatoris, bantuan material dan juga finansial kepada kwartir. Mabi wajib berkoordinasi dengan jajarannya.
Pembagian mabi :
a. Mabinas (Majelis Pembimbing Nasional) berpangkalan di pusat (Jakarta, Indonesia)
b. Mabida (Majelis Pembimbing Daerah) terletak di ibukota Propinsi. Untuk daerah Sulawesi Selatan terletak Makassar.
c. Mabicab (Majelis Pembimbing Cabang) berada di Ibukota kabupaten. Daerah Luwu Utara di Masamba.
d. Mabisaka (Majelis Pembimbing Satuan Karya).
e. Mabiran (Majelis Pembimbing Ranting) terletak di ibukota kecataman. Di Bone-Bone.
f. Mabisa (Majelis Pembimbing Desa) terletak di kantor desa.
g. Mabigus (Majelis Pembimbing Gugus Depan) terletak di sekolah.
3. Mabigus terdiri atas :
a. Seorang ketua
b. Seorang atau beberapa orang wakil ketua
c. Seorang sekretaris
d. Beberapa anggota
4. Pada level perguruan tinggi, SK Pengurus diserahkan kepada Kwarda (Kwartir Daerah)
2. Mabi berperan memberi bimbingan, bantuan moril dan organisatoris, bantuan material dan juga finansial kepada kwartir. Mabi wajib berkoordinasi dengan jajarannya.
Pembagian mabi :
a. Mabinas (Majelis Pembimbing Nasional) berpangkalan di pusat (Jakarta, Indonesia)
b. Mabida (Majelis Pembimbing Daerah) terletak di ibukota Propinsi. Untuk daerah Sulawesi Selatan terletak Makassar.
c. Mabicab (Majelis Pembimbing Cabang) berada di Ibukota kabupaten. Daerah Luwu Utara di Masamba.
d. Mabisaka (Majelis Pembimbing Satuan Karya).
e. Mabiran (Majelis Pembimbing Ranting) terletak di ibukota kecataman. Di Bone-Bone.
f. Mabisa (Majelis Pembimbing Desa) terletak di kantor desa.
g. Mabigus (Majelis Pembimbing Gugus Depan) terletak di sekolah.
3. Mabigus terdiri atas :
a. Seorang ketua
b. Seorang atau beberapa orang wakil ketua
c. Seorang sekretaris
d. Beberapa anggota
4. Pada level perguruan tinggi, SK Pengurus diserahkan kepada Kwarda (Kwartir Daerah)
BAB 15
MEMBINA PRAMUKA
MEMBINA PRAMUKA
1. Pengertian
Membina Pramuka adalah giat yang : memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing/ mengembangkan kepribadian, pengetahuan, dan kecenderungan peserta didik menjadi manusia yang kreatif, inovatif dan mandiri.
2. Hakikat Membina
Hakikat membina adalah membentuk manusia seutuhnya.
3. Membina dapat dilaksanakan secara formal, informal dan non-formal.
4. Hal yang perlu diketahui :
a. Tentang anak didik
b. Tentang metode yang akan digunakan untuk membina anak didik
5. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan
a. Keadaan peserta didik
b. Kondisi lingkungan
c. Keadaan sarana dan prasarana
6. Membina sebenarnya bukan melatih Pramuka untuk tahu apa, tapi untuk menjadi apa.
7. Manusia yang ingin dicapai
Manusia yang :
a. Mandiri
b. Peduli
c. Bertanggung jawab, dan
d. Teguh janji
Membina Pramuka adalah giat yang : memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing/ mengembangkan kepribadian, pengetahuan, dan kecenderungan peserta didik menjadi manusia yang kreatif, inovatif dan mandiri.
2. Hakikat Membina
Hakikat membina adalah membentuk manusia seutuhnya.
3. Membina dapat dilaksanakan secara formal, informal dan non-formal.
4. Hal yang perlu diketahui :
a. Tentang anak didik
b. Tentang metode yang akan digunakan untuk membina anak didik
5. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan
a. Keadaan peserta didik
b. Kondisi lingkungan
c. Keadaan sarana dan prasarana
6. Membina sebenarnya bukan melatih Pramuka untuk tahu apa, tapi untuk menjadi apa.
7. Manusia yang ingin dicapai
Manusia yang :
a. Mandiri
b. Peduli
c. Bertanggung jawab, dan
d. Teguh janji
BAB 16
MENCIPTAKAN KEGIATAN YANG MENARIK
MENCIPTAKAN KEGIATAN YANG MENARIK
1. Untuk menciptakan kegiatan yang menarik, maka salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah menempatkan anak didik sebagai subjek (pelaku), bukan sebagai objek. Anak didik mestinya lebih banyak menjadi pemain daripada sekedar penonton.
2. Peserta dilibatkan untuk menciptakan kegiatan menarik dan sesuai aspirasi mereka. Kegiatan menjadi menantang atau tidak ditentukan oleh peserta didik, bukan oleh pembina.
3. Peserta didik belajar sambil melakukan, sasarannya adalah :
a. Peserta didik merasakan bagaimana acara kegiatan
b. Peserta didik merasakan proses yang dilakukan
c. Peserta didik belajar cara mengatasi masalah
4. Kegiatan yang menantang dan menarik adalah :
a. Kegiatan tersebut baru dilakukan, bisa diperoleh dengan melakukan inovasi. Kegiatan yang telah berulang-ulang dilakukan akan menimbulkan perasaan bosan pada peserta didik.
b. Dapat mengembangkan kreativitas peserta.
c. Dapat mengembangkan berbagai keterampilan yang dimiliki peserta didik.
d. Bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat.
5. Kegiatan yang mengandung pendidikan
a. Kaum muda sukses dalam kegiatan
b. Segala upaya dilakukan untuk mencapai tujuan
c. Ada pengembangan, pengetahuan dan pengalaman di dalamnya
d. Sesuai dengan jika peserta didik.
6. Cara menyusun kegiatan yang menarik
a. Pembina melibatkan peserta
b. Lakukan pengelompokan sejenis
c. Perhatikan :
- Skala prioritas
- Sesuaikan dengan kondisi waktu dan tempat
- Program yang selaras dengan tujuan
- Kondisi masyarakat
d. Pembina mengajak pimpinan regu memilih metode yang tepat.
2. Peserta dilibatkan untuk menciptakan kegiatan menarik dan sesuai aspirasi mereka. Kegiatan menjadi menantang atau tidak ditentukan oleh peserta didik, bukan oleh pembina.
3. Peserta didik belajar sambil melakukan, sasarannya adalah :
a. Peserta didik merasakan bagaimana acara kegiatan
b. Peserta didik merasakan proses yang dilakukan
c. Peserta didik belajar cara mengatasi masalah
4. Kegiatan yang menantang dan menarik adalah :
a. Kegiatan tersebut baru dilakukan, bisa diperoleh dengan melakukan inovasi. Kegiatan yang telah berulang-ulang dilakukan akan menimbulkan perasaan bosan pada peserta didik.
b. Dapat mengembangkan kreativitas peserta.
c. Dapat mengembangkan berbagai keterampilan yang dimiliki peserta didik.
d. Bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat.
5. Kegiatan yang mengandung pendidikan
a. Kaum muda sukses dalam kegiatan
b. Segala upaya dilakukan untuk mencapai tujuan
c. Ada pengembangan, pengetahuan dan pengalaman di dalamnya
d. Sesuai dengan jika peserta didik.
6. Cara menyusun kegiatan yang menarik
a. Pembina melibatkan peserta
b. Lakukan pengelompokan sejenis
c. Perhatikan :
- Skala prioritas
- Sesuaikan dengan kondisi waktu dan tempat
- Program yang selaras dengan tujuan
- Kondisi masyarakat
d. Pembina mengajak pimpinan regu memilih metode yang tepat.
BAB 17
KOMUNIKASI DAN BERGAUL DENGAN PESERTA DIDIK
KOMUNIKASI DAN BERGAUL DENGAN PESERTA DIDIK
1. Komunikasi yang baik dan pergaulan yang harmonis antara pembina dengan peserta didik akan menjadi faktor pendukung keberhasilan pendidikan kepramukaan.
2. Bergaul adalah segenap aktivitas penyatu panduan antara giat peserta didik dan pembina yang saling mempengaruhi untuk mencapai kesuksesan.
3. Prinsip-prinsip hubungan insani :
a. Adanya sinkronisasi dengan tujuan program pendidikan bagi peserta didik
b. Terciptanya suasana kerja yang menyenangkan
c. Adanya informalitas yang wajar
d. Penghargaan atas prestasi yang telah dilakukan
4. Tips komunikasi yang baik
a. Bersikap sopan
- Tepati janji
- Hargai orang lain
- Pandai-pandailah berterima kasih
b. Jika berucap, usahakan orang lain mengerti dengan jelas apa yang kita ucapkan. Berbicaralah dengan tempo yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lambat. Sesuaikan suara dengan kondisi.
c. Berusahalah untuk menjadi ramah dan bersahabat dengan peserta didik.
5. Pramuka adalah agent of change : Pembaharu selama hayat. Untuk Pramuka siaga, menjadi pembaharu di lingkungan keluarga. Penggalang menjadi pembaharu di keluarga, masyarakat dan lingkungan, sedangkan penegak dan Pandega menjadi pembaharu di lingkungan luas.
2. Bergaul adalah segenap aktivitas penyatu panduan antara giat peserta didik dan pembina yang saling mempengaruhi untuk mencapai kesuksesan.
3. Prinsip-prinsip hubungan insani :
a. Adanya sinkronisasi dengan tujuan program pendidikan bagi peserta didik
b. Terciptanya suasana kerja yang menyenangkan
c. Adanya informalitas yang wajar
d. Penghargaan atas prestasi yang telah dilakukan
4. Tips komunikasi yang baik
a. Bersikap sopan
- Tepati janji
- Hargai orang lain
- Pandai-pandailah berterima kasih
b. Jika berucap, usahakan orang lain mengerti dengan jelas apa yang kita ucapkan. Berbicaralah dengan tempo yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lambat. Sesuaikan suara dengan kondisi.
c. Berusahalah untuk menjadi ramah dan bersahabat dengan peserta didik.
5. Pramuka adalah agent of change : Pembaharu selama hayat. Untuk Pramuka siaga, menjadi pembaharu di lingkungan keluarga. Penggalang menjadi pembaharu di keluarga, masyarakat dan lingkungan, sedangkan penegak dan Pandega menjadi pembaharu di lingkungan luas.
BAB 18
PERAN, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PEMBINA PRAMUKA
PERAN, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PEMBINA PRAMUKA
1. Peranan Pembina
a. Pembina adalah anggota dewasa yang terlibat langsung dalam kegiatan dengan memperhatikan terpenuhinya kebutuhan kebutuhan peserta, kegiatan yang berkonsep kekinian, menarik dan menantang.
b. Dalam berinteraksi dengan peserta didik, tidak pernah terlepas dari Prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan dan sistem among.
c. Pembina adalah sukarelawan yang memiliki komitmen tinggi terhadap prinsip-prinsip dalam kepramukaan dan sebagai mitra peserta didik.
2. Tugas Pembina Pramuka
a. Memperhatikan 3 pilar pendidikan atau kegiatan, yakni :
1) Kegiatan modern, terkini dan baru
2) Bermanfaat bagi peserta didik
3) Taat pada kode kehormatan Pramuka
b. Sukarelawan yang menempatkan posisinya sebagai mitra bagi peserta didik. Peserta didik menjadi sumber pendidikan. Pembina bertugas untuk memberi motivasi, stimulus, bimbingan, bantuan dan menyediakan fasilitas bagi peserta didik.
c. Membantu gugus depan dalam hubungan masyarakat, orang tua, wali dan masyarakat.
3. Tanggung Jawab Pembina
a. Terselenggaranya kepramukaan pada satuan Pramuka
b. Melaksanakan kegiatan berlandaskan pada metode kepramukaan dan prinsip dasar kepramukaan
c. Sesuai dengan visi misi gerakan Pramuka dalam kemandirian dan kepedulian masyarakat
d. Terwujudnya peserta didik yang berkepribadian baik, berwatak dan berjiwa Pancasila serta menjadi anggota masyarakat yang baik.
e. Bertanggung jawab pada Tuhan, masyarakat, lingkungan dan diri sendiri.
4. Jumlah Pembina
Tugas pembina cukup berat, maka jumlah pembina diatur sebagai berikut :
a. Pembina siaga 1 orang, minimal 20 tahun
Pembantu Pembina 25 tahun
Pembantu pembina penegak 1 orang, minimal 23 tahun
d. Pembina pandega 1 orang, minimal 25 tahun
Pembantu pembina pandega 1 orang, minimal 25 tahun
e. Pembina setidaknya pernah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD)
a. Pembina adalah anggota dewasa yang terlibat langsung dalam kegiatan dengan memperhatikan terpenuhinya kebutuhan kebutuhan peserta, kegiatan yang berkonsep kekinian, menarik dan menantang.
b. Dalam berinteraksi dengan peserta didik, tidak pernah terlepas dari Prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan dan sistem among.
c. Pembina adalah sukarelawan yang memiliki komitmen tinggi terhadap prinsip-prinsip dalam kepramukaan dan sebagai mitra peserta didik.
2. Tugas Pembina Pramuka
a. Memperhatikan 3 pilar pendidikan atau kegiatan, yakni :
1) Kegiatan modern, terkini dan baru
2) Bermanfaat bagi peserta didik
3) Taat pada kode kehormatan Pramuka
b. Sukarelawan yang menempatkan posisinya sebagai mitra bagi peserta didik. Peserta didik menjadi sumber pendidikan. Pembina bertugas untuk memberi motivasi, stimulus, bimbingan, bantuan dan menyediakan fasilitas bagi peserta didik.
c. Membantu gugus depan dalam hubungan masyarakat, orang tua, wali dan masyarakat.
3. Tanggung Jawab Pembina
a. Terselenggaranya kepramukaan pada satuan Pramuka
b. Melaksanakan kegiatan berlandaskan pada metode kepramukaan dan prinsip dasar kepramukaan
c. Sesuai dengan visi misi gerakan Pramuka dalam kemandirian dan kepedulian masyarakat
d. Terwujudnya peserta didik yang berkepribadian baik, berwatak dan berjiwa Pancasila serta menjadi anggota masyarakat yang baik.
e. Bertanggung jawab pada Tuhan, masyarakat, lingkungan dan diri sendiri.
4. Jumlah Pembina
Tugas pembina cukup berat, maka jumlah pembina diatur sebagai berikut :
a. Pembina siaga 1 orang, minimal 20 tahun
Pembantu Pembina 25 tahun
Pembantu pembina penegak 1 orang, minimal 23 tahun
d. Pembina pandega 1 orang, minimal 25 tahun
Pembantu pembina pandega 1 orang, minimal 25 tahun
e. Pembina setidaknya pernah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD)
BAB 19
SKU/ TKU, SKK/ TKK, SPG/ TPG
SKU/ TKU, SKK/ TKK, SPG/ TPG
1. SKU/ TKU (Syarat Kecakapan Umum/ Tanda Kecakapan Umum)
2. SKK/ TKK (Syarat Kecakapan Khusus/ Tanda Kecakapan Khusus)
Gambar 3. SKK/ TKK
a. Tingkatan TKK
1. Pada tingkatan S hanya ada 1 tingkat, bentuknya segitiga.
1. Pada tingkatan S hanya ada 1 tingkat, bentuknya segitiga.
2. TKK pada tingkat G, T, dan D terdiri atas 3 tingkat, yakni :
a. Purwa, berbentuk lingkaran, dengan garis pinggir, dan diameter 2,5 cm.
a. Purwa, berbentuk lingkaran, dengan garis pinggir, dan diameter 2,5 cm.
b. Madya, berbentuk persegi, dengan ukuran sisi + 2,5 cm
c. Utama, berbentuk segi lima beraturan.
Yang membedakan antara G, T dan D dalam TKK adalah warnanya. Untuk G berwarna merah, sedangkan pada T dan D berwarna kuning.
b. TKK Wajib
Berjumlah 10 buah, beberapa di antaranya adalah : berkemah, menabung, menjahit, pengamat.
3. SPG/ TPG (Syarat Pramuka Garuda/ Tanda Pramuka Garuda)
a. Pramuka garuda adalah seorang Pramuka yang dapat menjadi teladan dan telah memenuhi syarat sebagai seorang Pramuka garuda.
b. SPG sesuai dengan golongan usia, dibedakan lewat warna dasar.
c. Pada siaga, TPG dapat diberikan ketika telah memenuhi SKU Tata
Pada penggalang, TPG diberikan ketika telah memenuhi SKU Terap
Pada penegak, TPG dapat diberikan ketika telah memenuhi SKU Laksana
d. Logo Pramuka garuda (background warna sesuai dengan tingkatan)
b. TKK Wajib
Berjumlah 10 buah, beberapa di antaranya adalah : berkemah, menabung, menjahit, pengamat.
3. SPG/ TPG (Syarat Pramuka Garuda/ Tanda Pramuka Garuda)
a. Pramuka garuda adalah seorang Pramuka yang dapat menjadi teladan dan telah memenuhi syarat sebagai seorang Pramuka garuda.
b. SPG sesuai dengan golongan usia, dibedakan lewat warna dasar.
c. Pada siaga, TPG dapat diberikan ketika telah memenuhi SKU Tata
Pada penggalang, TPG diberikan ketika telah memenuhi SKU Terap
Pada penegak, TPG dapat diberikan ketika telah memenuhi SKU Laksana
d. Logo Pramuka garuda (background warna sesuai dengan tingkatan)
e. Pada upacara, icon digantung pada kalung.
BAB 20
KIASAN PADA MASING-MASING GOLONGAN
KIASAN PADA MASING-MASING GOLONGAN
1. Siaga
Kemudian segeralah kita memulai dengan pembangunan yang membutuhkan bantuan yang tinggi dan penataan yang baik. Diinspirasi oleh sejarah pendirian Budi Utomo pada 20 Mei 1908.
2. Penggalang
Kita mencari ramuan atas bahan-bahan yang kemudian dirakit/ disusun dan akhirnya kita terapkan dalam pembangunan bangsa. Terinspirasi oleh peringatan Sumpah Pemuda tahun 1928.
3. Penegak
Dalam pembangunan kita memerlukan bantara-bantara (ajudan) pengawas kader pembangunan yang kuat, baik, terampil dan bermoral yang sanggup melaksanakakan pembangunan. Berdasarkan sejarah kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.
4. Pembina = membina bangsa dan negara
5. Andalan = para pemimpin yang diandalkan.
Kemudian segeralah kita memulai dengan pembangunan yang membutuhkan bantuan yang tinggi dan penataan yang baik. Diinspirasi oleh sejarah pendirian Budi Utomo pada 20 Mei 1908.
2. Penggalang
Kita mencari ramuan atas bahan-bahan yang kemudian dirakit/ disusun dan akhirnya kita terapkan dalam pembangunan bangsa. Terinspirasi oleh peringatan Sumpah Pemuda tahun 1928.
3. Penegak
Dalam pembangunan kita memerlukan bantara-bantara (ajudan) pengawas kader pembangunan yang kuat, baik, terampil dan bermoral yang sanggup melaksanakakan pembangunan. Berdasarkan sejarah kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.
4. Pembina = membina bangsa dan negara
5. Andalan = para pemimpin yang diandalkan.
BAB 21
STRUKTUR ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA
STRUKTUR ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA
1. Tugas pokok gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik.
2. Jenjang organisasi sebagaimana yang telah digambarkan terdahulu, yakni dari Gugus Depan, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional.
3. Lemdikacab yakni lembaga pendidikan tingkat cabang
4. Musyawarah Nasional (Munas) dan Musyawarah Daerah (Musda) serta Musyawarah Cabang (Muscab) diadakan 1 kali dalam 5 tahun. Sedangkan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Gudep (Mugus) diadakan 1 kali dalam 3 tahun.
5. Musran pada Kwarran harus dihadiri oleh 6 orang yang dimandatir oleh KaKwarran, utusan dari gudep sebanyak 4 orang (1 penegak, 1 pandega dan 2 pembina)
6. Muscab harus dihadiri oleh 7 orang yang dimandatir oleh KaKwarcab, 1 orang dari Mabicab, 7 orang dari Kwarran (termasuk dari DKR dan Mabiran)
7. Musda harus dihadiri oleh 6 orang yang dimandatir oleh KaKwarda (termasuk Ketua DKD ditambah 1 orang dari Mabida), 6 orang dari Mabicab, 6 orang dari Kwarran.
8. Munas harus dihadiri oleh 8 orang yang dimandatir oleh KaKwarnas (termasuk 1 orang anggota DKD ditambah 2 dari Mabinas)
9. Kepengurusan dalam organisasi kepramukaan terdiri atas :
a. 1 orang ketua
b. Beberapa wakil ketua (sekaligus ketua bidang/ seksi/ departemen/ pogja)
c. Sekjend (pada Kwarnas) atau sekretaris (pada Kwarda, Kwarcab, Kwarran dan Gudep)
d. Beberapa orang anggota
10. Ketua dapat dipilih 2 x masa bakti berturut-turut
11. Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang ditentukan, bertugas untuk memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan Kwartir.
12. Sekretaris bertugas untuk menyusun staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpinnya.
13. Kwartir membentuk pimpinan Saka yang ketuanya ex officio.
14. Untuk menjadi seorang andalan, minimal aktif dalam 5 tahun terakhir di Kwartir.
2. Jenjang organisasi sebagaimana yang telah digambarkan terdahulu, yakni dari Gugus Depan, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional.
3. Lemdikacab yakni lembaga pendidikan tingkat cabang
4. Musyawarah Nasional (Munas) dan Musyawarah Daerah (Musda) serta Musyawarah Cabang (Muscab) diadakan 1 kali dalam 5 tahun. Sedangkan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Gudep (Mugus) diadakan 1 kali dalam 3 tahun.
5. Musran pada Kwarran harus dihadiri oleh 6 orang yang dimandatir oleh KaKwarran, utusan dari gudep sebanyak 4 orang (1 penegak, 1 pandega dan 2 pembina)
6. Muscab harus dihadiri oleh 7 orang yang dimandatir oleh KaKwarcab, 1 orang dari Mabicab, 7 orang dari Kwarran (termasuk dari DKR dan Mabiran)
7. Musda harus dihadiri oleh 6 orang yang dimandatir oleh KaKwarda (termasuk Ketua DKD ditambah 1 orang dari Mabida), 6 orang dari Mabicab, 6 orang dari Kwarran.
8. Munas harus dihadiri oleh 8 orang yang dimandatir oleh KaKwarnas (termasuk 1 orang anggota DKD ditambah 2 dari Mabinas)
9. Kepengurusan dalam organisasi kepramukaan terdiri atas :
a. 1 orang ketua
b. Beberapa wakil ketua (sekaligus ketua bidang/ seksi/ departemen/ pogja)
c. Sekjend (pada Kwarnas) atau sekretaris (pada Kwarda, Kwarcab, Kwarran dan Gudep)
d. Beberapa orang anggota
10. Ketua dapat dipilih 2 x masa bakti berturut-turut
11. Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang ditentukan, bertugas untuk memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan Kwartir.
12. Sekretaris bertugas untuk menyusun staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpinnya.
13. Kwartir membentuk pimpinan Saka yang ketuanya ex officio.
14. Untuk menjadi seorang andalan, minimal aktif dalam 5 tahun terakhir di Kwartir.
BAB 22
ORGANISASI GUGUS DEPAN (GUDEP)
ORGANISASI GUGUS DEPAN (GUDEP)
1. Organisasi gudep diatur berdasarkan Skep. Kwarnas No. 086/ 2004, yakni :
Gambar 4. Organisasi Gugus Depan
Penjelasan :
Organisasi gugus depan dibina oleh seorang pembina, dengan 4 satuan. Yakni Perindukan Siaga (S), Pasukan Penggalang (G), Ambalan Penegak (T), dan Racana Pandega (D). Perindukan siaga terdiri atas 4 barung, yang dibina oleh seorang Pembina Siaga (BS) dan dibantu oleh 3 orang Pembantu Pembina Siaga (PBS). Jumlah peserta didik adalah 4 barung x 10 Siaga = 40 orang siaga.
2. Dalam mugus dilakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Pertanggung jawaba keuangan
b. Program kerja (selama 3 tahun masa bakti)
c. Pemilihan pembina gudep
3. Dewan kehormatan pada pandega adalah semua pandega yang telah dilantik. Pada
4. Dewan kehormatan terdiri atas :
a. Mabigus
b. Pembina satuan
c. Pembina gudep
d. Pembina ambalan
Organisasi gugus depan dibina oleh seorang pembina, dengan 4 satuan. Yakni Perindukan Siaga (S), Pasukan Penggalang (G), Ambalan Penegak (T), dan Racana Pandega (D). Perindukan siaga terdiri atas 4 barung, yang dibina oleh seorang Pembina Siaga (BS) dan dibantu oleh 3 orang Pembantu Pembina Siaga (PBS). Jumlah peserta didik adalah 4 barung x 10 Siaga = 40 orang siaga.
2. Dalam mugus dilakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Pertanggung jawaba keuangan
b. Program kerja (selama 3 tahun masa bakti)
c. Pemilihan pembina gudep
3. Dewan kehormatan pada pandega adalah semua pandega yang telah dilantik. Pada
4. Dewan kehormatan terdiri atas :
a. Mabigus
b. Pembina satuan
c. Pembina gudep
d. Pembina ambalan
5. Administrasi gudep terdiri atas :
a. Buku induk
b. Buku keuangan
c. Buku inventaris
d. Buka agenda rapat
a. Buku induk
b. Buku keuangan
c. Buku inventaris
d. Buka agenda rapat
BAB 23
SISTEM AMONG
SISTEM AMONG
1. Sistem among adalah cara mengasuh. Istilah ini digunakan pertama kali oleh Ki Hajar Dewantara yang memiliki nama lengkap Raden Mas Surjadiningrat, lahir pada 2 Mei 1889 yang kemudian diperingati sebagai hari pendidikan nasional.
2. Sistem among adalah sistem pendidikan dengan cara memberi kebebasan bergerak dan bertindak leluasa sejauh mungkin, menghindari unsur :
a. Perintah
b. Keharusan
c. Paksaan
Sehingga tidak merugikan bagi masyarakat dan diri sendiri
Pedoman :
Ing Ngarso sing Tulodo (Di depan memberikan contoh)
Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah menjadi motivator)
Tut Wuri Handayani (Di belakang sebagai pendorong)
3. Dalam gerakan Pramuka, peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan kepribadiannya, bakatnya, kemampuannya dan cita-citanya.
4. Pembina hanya bertugas menjaga, membenarkan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi, menjadi tempat konsultasi dan bertanya bagi peserta didik.
5. Sistem among secara terpadu dapat dilihat pada gambar :
2. Sistem among adalah sistem pendidikan dengan cara memberi kebebasan bergerak dan bertindak leluasa sejauh mungkin, menghindari unsur :
a. Perintah
b. Keharusan
c. Paksaan
Sehingga tidak merugikan bagi masyarakat dan diri sendiri
Pedoman :
Ing Ngarso sing Tulodo (Di depan memberikan contoh)
Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah menjadi motivator)
Tut Wuri Handayani (Di belakang sebagai pendorong)
3. Dalam gerakan Pramuka, peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan kepribadiannya, bakatnya, kemampuannya dan cita-citanya.
4. Pembina hanya bertugas menjaga, membenarkan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi, menjadi tempat konsultasi dan bertanya bagi peserta didik.
5. Sistem among secara terpadu dapat dilihat pada gambar :
Bimb.
Langsung Bimb. Tak
Langsung
Langsung Bimb. Tak
Langsung
Gambar 5. Sistem Among dalam Gerakan Pramuka
BAB 24
SATUAN KARYA (SAKA)
SATUAN KARYA (SAKA)
1. Saka merupakan wadah pendidikan guna menyalurkan :
a. Bakat
b. Minat
c. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
d. Mengembangkan keterampilan
e. Mencari pengalaman
a. Bakat
b. Minat
c. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
d. Mengembangkan keterampilan
e. Mencari pengalaman
2. Tujuan diadakannya Saka
Pemantapan mental, moral, fisik, intelek, khususnya dalam bidang teknologi sehingga pada saat mereka meninggalkan gerakan Pramuka akan benar-benar siap menjadi kader bangsa sekaligus kader pembangunan.
3. Sasaran Saka adalah :
a. Ketahanan mental, moral dan kemampuan menghadapi tantangan hidup
b. Keterampilan ber-iptek praktis di abad 21, mandiri, berani, dan bertanggung jawab
c. Keterampilan wirausaha
4. Saka dapat didirikan kalau ada > 10 orang Pandega yang mempunyai keinginan yang sama pada satu Saka. Semua tergantung pada diri kita.
5. Satuan karya tertinggi terletak di cabang, dan paling efektif adalah pada ranting.
6. Anggota Saka pada Gudep tidak boleh melepaskan diri dari keanggotaan di Gudep.
7. Kalau akan berpindah Saka, harus ada izin dari Dewan Saka sebelumnya.
8. Pengorganisasian Saka
a. Berdasarkan AD dan ART
b. Di bawah wewenang, pengendalian dan bimbingan Kwarran atau Kwarcab
9. Dewan Saka terdiri atas :
a. Para pemimpin krida (bidang dalam Saka)
b. Pamong Saka
c. Wakil pamong Saka
d. Instruktur (pembimbing)
10. Pamong Saka adalah pembina Pramuka mahir penegak/ pandega yang berusia antara 30 – 50 tahun dan mempunyai minat atau kegemaran.
11. Beberapa Saka di Indonesia :
a. Saka Bhayangkara (di bawah naungan Polri)
b. Saka Taruna Bumi (Bidang Pertanian)
c. Saka Dirgantara (Bidang Penerbangan)
d. Saka Kencana (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional)
e. Saka Wana Bakti (Kehutanan)
f. Bahari (Kelautan)
g. Bakti Husada (Kesehatan)
Pemantapan mental, moral, fisik, intelek, khususnya dalam bidang teknologi sehingga pada saat mereka meninggalkan gerakan Pramuka akan benar-benar siap menjadi kader bangsa sekaligus kader pembangunan.
3. Sasaran Saka adalah :
a. Ketahanan mental, moral dan kemampuan menghadapi tantangan hidup
b. Keterampilan ber-iptek praktis di abad 21, mandiri, berani, dan bertanggung jawab
c. Keterampilan wirausaha
4. Saka dapat didirikan kalau ada > 10 orang Pandega yang mempunyai keinginan yang sama pada satu Saka. Semua tergantung pada diri kita.
5. Satuan karya tertinggi terletak di cabang, dan paling efektif adalah pada ranting.
6. Anggota Saka pada Gudep tidak boleh melepaskan diri dari keanggotaan di Gudep.
7. Kalau akan berpindah Saka, harus ada izin dari Dewan Saka sebelumnya.
8. Pengorganisasian Saka
a. Berdasarkan AD dan ART
b. Di bawah wewenang, pengendalian dan bimbingan Kwarran atau Kwarcab
9. Dewan Saka terdiri atas :
a. Para pemimpin krida (bidang dalam Saka)
b. Pamong Saka
c. Wakil pamong Saka
d. Instruktur (pembimbing)
10. Pamong Saka adalah pembina Pramuka mahir penegak/ pandega yang berusia antara 30 – 50 tahun dan mempunyai minat atau kegemaran.
11. Beberapa Saka di Indonesia :
a. Saka Bhayangkara (di bawah naungan Polri)
b. Saka Taruna Bumi (Bidang Pertanian)
c. Saka Dirgantara (Bidang Penerbangan)
d. Saka Kencana (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional)
e. Saka Wana Bakti (Kehutanan)
f. Bahari (Kelautan)
g. Bakti Husada (Kesehatan)
BAB 25
PAKAIAN SERAGAM
PAKAIAN SERAGAM
1. Pakaian yang dikenakan oleh semua anggota gerakan Pramuka mempunyai bentuk, warna dan tata cara pemakaiannya sama.
2. Fungsi penggunaan seragam adalah :
a. Kesatuan dan jiwa kepramukaan
b. Pendidikan kepemimpinan, kesederhanaan, keindahan, kesopanan.
c. Rasa harga diri, jiwa kebangsaan, persatuan dan kesatuan
d. Penanaman disiplin
3. Warna coklat melambangkan sejarah perjuangan.
4. Pada siaga dan penggalang
Pakaian putra : dimasukkan ke dalam celana, 2 saku di atas, baret miring ke kanan.
Pakaian putri : saku berada di bawah, tidak menggunakan kancing saku, topi bundar.
5. Untuk baju menggunakan kain Prof no. 27 sedangkan celana atau rok menggunakan kain Prof No. 29
2. Fungsi penggunaan seragam adalah :
a. Kesatuan dan jiwa kepramukaan
b. Pendidikan kepemimpinan, kesederhanaan, keindahan, kesopanan.
c. Rasa harga diri, jiwa kebangsaan, persatuan dan kesatuan
d. Penanaman disiplin
3. Warna coklat melambangkan sejarah perjuangan.
4. Pada siaga dan penggalang
Pakaian putra : dimasukkan ke dalam celana, 2 saku di atas, baret miring ke kanan.
Pakaian putri : saku berada di bawah, tidak menggunakan kancing saku, topi bundar.
5. Untuk baju menggunakan kain Prof no. 27 sedangkan celana atau rok menggunakan kain Prof No. 29
BAB 26
TANDA PENGENAL DALAM GERAKAN PRAMUKA
TANDA PENGENAL DALAM GERAKAN PRAMUKA
1. Tanda Umum berdasarkan Skep No. 059/ 1982
a. Tutup kepala
b. Seragam leher/ pita
c. Tanda pelantikan
d. Tanda kepanduan Putra/ putri
e. Tanda harian
a. Tutup kepala
b. Seragam leher/ pita
c. Tanda pelantikan
d. Tanda kepanduan Putra/ putri
e. Tanda harian
2. Tanda Satuan berdasarkan Skep No. 137/ 1987
a. Tanda barung, regu, sangga, reka, dan krida
b. Tanda gudep, lencana daerah, dan lambang kwartir
c. Tanda Saka
d. Tanda Gudep Luar Biasa
3. Tanda Jabatan berdasarkan Skep No. 202/ 1988
a. Tanda Pemimpin/ wakil pimpinan barung, regu, sangga, reka dan krida
b. Tanda Pembina dan Pembantu Pembina
c. Tanda Andalan dan Mabi
d. Tanda Korp Pelatih
e. Tanda Dewan Kerja (T/D)
f. Tanda Pamong Saka
4. Tanda Kecakapan berdasarkan Skep No. 056/ 1982
a. Tanda Kecakapan Umum (82/ 1988)
b. Tanda Kecakapan Khusus (132/ 1979)
c. Tanda Pramuka Garuda (045/ 1980 yang ditambah pada Skep No. 101/ 1989)
d. Tanda Pembina Mahir
5. Tanda Kehormatan berdasarkan Skep No. 090/ 1983
a. Untuk Peserta Didik
- Tanda penghargaan
- Bintang Tahunan
- Bintang Wiratama
- Bintang Teladan
b. Untuk Orang Dewasa
- Lencana tahunan
- Pancawarsa
- Wiratama
- Darma Bhakti
- Melati
- Tunas Kelapa
c. Tanda kehormatan dari Badan Organisasi Sosial dan Kemanusiaan
d. Tanda kehormatan dari pemerintah dan negara lain
a. Tanda barung, regu, sangga, reka, dan krida
b. Tanda gudep, lencana daerah, dan lambang kwartir
c. Tanda Saka
d. Tanda Gudep Luar Biasa
3. Tanda Jabatan berdasarkan Skep No. 202/ 1988
a. Tanda Pemimpin/ wakil pimpinan barung, regu, sangga, reka dan krida
b. Tanda Pembina dan Pembantu Pembina
c. Tanda Andalan dan Mabi
d. Tanda Korp Pelatih
e. Tanda Dewan Kerja (T/D)
f. Tanda Pamong Saka
4. Tanda Kecakapan berdasarkan Skep No. 056/ 1982
a. Tanda Kecakapan Umum (82/ 1988)
b. Tanda Kecakapan Khusus (132/ 1979)
c. Tanda Pramuka Garuda (045/ 1980 yang ditambah pada Skep No. 101/ 1989)
d. Tanda Pembina Mahir
5. Tanda Kehormatan berdasarkan Skep No. 090/ 1983
a. Untuk Peserta Didik
- Tanda penghargaan
- Bintang Tahunan
- Bintang Wiratama
- Bintang Teladan
b. Untuk Orang Dewasa
- Lencana tahunan
- Pancawarsa
- Wiratama
- Darma Bhakti
- Melati
- Tunas Kelapa
c. Tanda kehormatan dari Badan Organisasi Sosial dan Kemanusiaan
d. Tanda kehormatan dari pemerintah dan negara lain
BAB 27
LAMBANG GERAKAN WOSM DAN WAGGS
LAMBANG GERAKAN WOSM DAN WAGGS
1. Tunas Kelapa
Oleh : Soemardjo Atmodipoero
Digunakan sejak 14 Agustus 1961
SK Kwarcab No. 6/KN/72/1972
Digunakan sejak 14 Agustus 1961
SK Kwarcab No. 6/KN/72/1972
2. Alasan :
a. Cikal adalah tanaman pertama di bumi Indonesia, kiasan bahwa Pramuka adalah generasi yang pertama mendiami bumi Indonesia.
b. Cikal dapat tumbuh di mana saja, kiasan bahwa setiap Pramuka dapat beradaptasi di semua daerah.
c. Cikal dapat tumbuh dalam waktu yang lama, kiasan bahwa Pramuka itu sehat, kuat dan ulet.
d. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas, simbol bahwa Pramuka bercita-cita tinggi dan lurus.
e. Nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah, kiasan bahwa setiap Pramuka berpegang pada tekat dan keyakinan yang baik, benar dan kuat.
f. Nyiur adalah pohon serbaguna, kiasan bahwa Pramuka akan menjadi manusia yang berguna dan membaktikan diri untuk kepentingan tanah air.
3. WOSM adalah kependekan dari The World Organization of the Scout Movement (Persatuan Gerakan Pramuka se-Dunia)
a. Kompas sebagai simbol kebenaran
b. Tiga ujung sebagai tiga janji
c. 2 bintang sebagai kebenaran
d. Tali yang disimpul mati sebagai simbol persahabatan
e. Putih suci melambangkan kemuliaan
f. Ungu melambangkan kepemimpinan
4. WAGGS adalah kependekan dari World Association of Girl Guide and Girl Scout (Persatuan Pramuka Puteri se-Dunia)
a. Warna emas sebagai simbol matahari bersinar
b. 3 daun sebagai 3 janji
c. Tongkat sebagai cinta kemanusiaan
d. Jarum kompas sebagai taat janji
e. Motto : Sedia (Be prepare!)
5. Badge Sulawesi Selatan
a. Cikal adalah tanaman pertama di bumi Indonesia, kiasan bahwa Pramuka adalah generasi yang pertama mendiami bumi Indonesia.
b. Cikal dapat tumbuh di mana saja, kiasan bahwa setiap Pramuka dapat beradaptasi di semua daerah.
c. Cikal dapat tumbuh dalam waktu yang lama, kiasan bahwa Pramuka itu sehat, kuat dan ulet.
d. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas, simbol bahwa Pramuka bercita-cita tinggi dan lurus.
e. Nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah, kiasan bahwa setiap Pramuka berpegang pada tekat dan keyakinan yang baik, benar dan kuat.
f. Nyiur adalah pohon serbaguna, kiasan bahwa Pramuka akan menjadi manusia yang berguna dan membaktikan diri untuk kepentingan tanah air.
3. WOSM adalah kependekan dari The World Organization of the Scout Movement (Persatuan Gerakan Pramuka se-Dunia)
a. Kompas sebagai simbol kebenaran
b. Tiga ujung sebagai tiga janji
c. 2 bintang sebagai kebenaran
d. Tali yang disimpul mati sebagai simbol persahabatan
e. Putih suci melambangkan kemuliaan
f. Ungu melambangkan kepemimpinan
4. WAGGS adalah kependekan dari World Association of Girl Guide and Girl Scout (Persatuan Pramuka Puteri se-Dunia)
a. Warna emas sebagai simbol matahari bersinar
b. 3 daun sebagai 3 janji
c. Tongkat sebagai cinta kemanusiaan
d. Jarum kompas sebagai taat janji
e. Motto : Sedia (Be prepare!)
5. Badge Sulawesi Selatan
Oleh : Abdurrahman Firdaus
a. Gunung 3 buah melambangkan trisatya
b. Hasanuddin simbol kita calon penerus bangsa, seperti Sultan Hasanuddin sebagai Ayam Jantan dari Timur
c. Tamalatea artinya tak kunjung layu
d. Laut melambangkan bahwa Sulawesi selatan dikelilingi oleh laut
b. Hasanuddin simbol kita calon penerus bangsa, seperti Sultan Hasanuddin sebagai Ayam Jantan dari Timur
c. Tamalatea artinya tak kunjung layu
d. Laut melambangkan bahwa Sulawesi selatan dikelilingi oleh laut
BAB 28
KEWIRAAN
KEWIRAAN
1. Wira berarti gagah, satria, pahlawan perkasa, berani atau patriot.
2. Materi kewiraan dipersiapkan untuk menggali potensi dan kemampuan bela negara melalui :
a. Meningkatkan perasaan cinta tanah air
b. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara
c. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara
d. Kesadaran rela berkorban
e. Kemampuan bela negara
3. Kewiraan diartikan sebagai kesadaran mencintai dan memuliakan serta keberanian untuk membela bangsa dan tanah air.
4. Pendidikan kewiraan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik untuk mengembangkan kecintaan, kesetiaan dan keberanian bela tanah air dan sekaligus sebagai sebuah sistem nasional.
5. Maksud dan tujuan pendidikan kewiraan adalah untuk memperluas cakrawala pikir peserta didik sebagai pejuang bangsa dalam usaha menciptakan kesejahteraan dan keamanan nasional.
6. Tujuan belajar kewiraan adalah untuk meningkatkan kesadaran diri dalam bela negara, berfikir komprehensif, dan integral di kalangan pelajar.
7. Dasar hukumnya adalah : UUD 1945, Pancasila, GBHN, Kep. Mendikbud 061/4/1985, Kepmenhankam nomor 02/II/1985, UU No. 20/ 1982 tentang Pokok-pokok pertahanan Nasional, UU No. 2/ 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berisi tentang Ruang lingkup dan Integrasi pendidikan.
2. Materi kewiraan dipersiapkan untuk menggali potensi dan kemampuan bela negara melalui :
a. Meningkatkan perasaan cinta tanah air
b. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara
c. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara
d. Kesadaran rela berkorban
e. Kemampuan bela negara
3. Kewiraan diartikan sebagai kesadaran mencintai dan memuliakan serta keberanian untuk membela bangsa dan tanah air.
4. Pendidikan kewiraan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik untuk mengembangkan kecintaan, kesetiaan dan keberanian bela tanah air dan sekaligus sebagai sebuah sistem nasional.
5. Maksud dan tujuan pendidikan kewiraan adalah untuk memperluas cakrawala pikir peserta didik sebagai pejuang bangsa dalam usaha menciptakan kesejahteraan dan keamanan nasional.
6. Tujuan belajar kewiraan adalah untuk meningkatkan kesadaran diri dalam bela negara, berfikir komprehensif, dan integral di kalangan pelajar.
7. Dasar hukumnya adalah : UUD 1945, Pancasila, GBHN, Kep. Mendikbud 061/4/1985, Kepmenhankam nomor 02/II/1985, UU No. 20/ 1982 tentang Pokok-pokok pertahanan Nasional, UU No. 2/ 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berisi tentang Ruang lingkup dan Integrasi pendidikan.
BAB 29
KEWIRAUSAHAAN
KEWIRAUSAHAAN
1. Usaha adalah kemauan untuk mendapatkan sesuatu, kemauan untuk bekerja.
2. Wirausaha adalah perilaku dengan penuh keberanian, mengambil risiko, keutamaan, kreatifitas dan keteladanan dalam menangani usaha berpijak pada kemauan.
3. Kewirausahaan diartikan sebagai semangat sikap perilaku dan kemauan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya menciptakan cara kerja dengan meningkatkan efisiensi kerja lebih baik untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
4. Asas pokok kewirausahaan yakni :
a. Mandiri
b. Mampu memecahkan masalah
c. Keberanian mengambil keputusan secara cepat dalam kondisi kritis
d. Keberanian mengambil risiko
e. Inovatif dan kreatif
f. Produktif
g. berkarya
5. Pendidikan kewirausahaan diberikan dengan tujuan dasar untuk membentuk manusia yang :
a. Rasa percaya diri
b. Kemandirian
c. Kreatif dan mampu menemukan peluang
d. Inovatif
e. Mampu berkomunikasi dengan baik
f. Hidup terencana
g. Jujur
h. Hemat
i. Tangguh
j. Disiplin
k. Mampu melakukan managerial
l. Berfikir dan bertindak strategis
m. Berani mengambil risiko
n. Kreatif
6. Sarana media kewirausahaan pada kepramukaan yakni :
a. Pembina yang berkualitas
b. Tersedianya program pendidikan peserta didik yang baik
c. Daya guna SKU, SKK dan SPG dan Usaha pemilikan TKU, TKK dan TPG
d. Satuan karya
e. Meningkatkan iman dan taqwa
7. Pendidikan kewirausahaan dalam kepramukaan dilakukan :
a. Program pendidikan peserta didik yang disusun secara bersama
b. Pembina yang mengintegrasikan materi yang dapat memupuk rasa percaya diri, mandiri kreatif.
c. Pemimpin satuan belajar menjadi pemimpin
d. Learning by doing, learning by earn, earn to life
8. Untuk menjadi Pramuka yang berkualitas harus dilakukan :
a. Pemberdayaan gugus depan
b. Manajemen diefektifkan
c. Manunggal pada masyarakat
d. Pembina berkompetensi
e. Didikan tinggi, efektif dan efisien
9. Sasaran akhir dari kewirausahaan adalah pembinaan watak yang :
a. Berperilaku luhur
b. Berjiwa Pancasila
c. Mempunyai semangat iptek dan imtaq
d. Semangat mandiri
e. Jiwa kewira dan usahaan.
2. Wirausaha adalah perilaku dengan penuh keberanian, mengambil risiko, keutamaan, kreatifitas dan keteladanan dalam menangani usaha berpijak pada kemauan.
3. Kewirausahaan diartikan sebagai semangat sikap perilaku dan kemauan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya menciptakan cara kerja dengan meningkatkan efisiensi kerja lebih baik untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
4. Asas pokok kewirausahaan yakni :
a. Mandiri
b. Mampu memecahkan masalah
c. Keberanian mengambil keputusan secara cepat dalam kondisi kritis
d. Keberanian mengambil risiko
e. Inovatif dan kreatif
f. Produktif
g. berkarya
5. Pendidikan kewirausahaan diberikan dengan tujuan dasar untuk membentuk manusia yang :
a. Rasa percaya diri
b. Kemandirian
c. Kreatif dan mampu menemukan peluang
d. Inovatif
e. Mampu berkomunikasi dengan baik
f. Hidup terencana
g. Jujur
h. Hemat
i. Tangguh
j. Disiplin
k. Mampu melakukan managerial
l. Berfikir dan bertindak strategis
m. Berani mengambil risiko
n. Kreatif
6. Sarana media kewirausahaan pada kepramukaan yakni :
a. Pembina yang berkualitas
b. Tersedianya program pendidikan peserta didik yang baik
c. Daya guna SKU, SKK dan SPG dan Usaha pemilikan TKU, TKK dan TPG
d. Satuan karya
e. Meningkatkan iman dan taqwa
7. Pendidikan kewirausahaan dalam kepramukaan dilakukan :
a. Program pendidikan peserta didik yang disusun secara bersama
b. Pembina yang mengintegrasikan materi yang dapat memupuk rasa percaya diri, mandiri kreatif.
c. Pemimpin satuan belajar menjadi pemimpin
d. Learning by doing, learning by earn, earn to life
8. Untuk menjadi Pramuka yang berkualitas harus dilakukan :
a. Pemberdayaan gugus depan
b. Manajemen diefektifkan
c. Manunggal pada masyarakat
d. Pembina berkompetensi
e. Didikan tinggi, efektif dan efisien
9. Sasaran akhir dari kewirausahaan adalah pembinaan watak yang :
a. Berperilaku luhur
b. Berjiwa Pancasila
c. Mempunyai semangat iptek dan imtaq
d. Semangat mandiri
e. Jiwa kewira dan usahaan.
BAB 30
BERKEMAH SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
BERKEMAH SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
1. Kegiatan yang dilakukan di luar (alam terbuka) merupakan cara efektif pembentukan watak peserta didik. Dengan berkemah, peserta didik bisa belajar untuk menghargai kesederhanaan, menghindari pola hidup konsumtif dan mempelajari keharmonisan.
2. Berkemah adalah suatu rekreasi yang edukatif di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta sistem among. Di dalamnya terdapat interaksi antara
3. Perkemahan akan efektif jika :
a. 3M (mudah, manfaat, murah)
b. Dilaksanakan dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
4. Untuk mencapai tujuan dan sasaran pada perkemahan, perhatikan :
a. Keamanan dan keselamatan
b. Disiplin dan lingkungan
c. Tata cara
5. Berkemah akan menjadi hal yang sangat penting, sebagai puncak materi yang telah dipelajari dan diikuti. Berkemah juga menjadi satuan Pramuka yang baik dan efektif, bukan latihan yang hanya mengejar TKK.
6. Tujuan berkemah antara lain :
a. Membina dan mengembangkan kemampuan fisik, mental, intelektual, emosional dan sosial peserta didik sebagai individu.
b. Membentuk manusia :
1) bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa
2) Membina mental dan percaya diri
3) Memiliki kesehatan dan daya tahan tubuh
4) Memiliki daya kreasi
5) Memiliki keterampilan dan ketangkasan
c. Belajar bekerjasama, bergotong royong, dan hidup mandiri
d. Mengembangkan rasa cinta tanah air
e. Mencari pengetahuan dan pengalaman baru
f. Menjadi salah satu wadah untuk melakukan pengabdian pada masyarakat
7. Berkemah dilakukan hanya pada Penggalang, Penegak dan Pandega. Pada siaga boleh dilakukan jika hanya berupa persami yang tendanya didirikan oleh pembina, peserta tidak memasak dan acara disusun oleh pembina dengan baik.
8. Pemilihan tempat berkemah :
a. Cari tanah yang rata atau sedikit miring
b. Cari tanah yang berumput
c. Ada pohon untuk tempat berlindung
d. Ada saluran pembuangan air
e. Pemandangan yang menarik
f. Arena petualangan yang menantang
g. Keamanan lokasi terjamin, baik dari binatang buas maupun dari gangguan lain
h. Tidak terlalu dekat dengan jalan raya atau perkampungan
i. Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan dan pos keamanan
9. Pelaksanaan perkemahan
a. Persiapan, lakukan kesepakatan dan penyusunan acara oleh Dewan Satuan. Tentukan :
1) Waktu dan tempat, juga tujuan dan biaya
2) Peralatan dan pembekalan
3) Peninjauan tempat berkemah
4) Izin dari orang tua dan penguasa daerah setempat
5) Panitia pelaksana
6) Susunan acara
b. Pelaksanaan
1) Kegiatan dilakukan sesuai dengan rencana dan tujuan
2) Kegiatan dilakukan sesuai dengan kemampuan peserta didik
3) Tersedia acara pengganti. Setiap kegiatan harus memperhatikan keselamatan dan keamanan, lokasi setelah perkemahan selesai harus bersih, perlengkapan regu dan pribadi perlu diperhatikan.
4) Perkemahan pada Penegak dan Pandega dapat dilaksanakan (dipanitiai) oleh Sangga atau Reka.
c. Evaluasi
1) Prestasi peserta didik mengalami perubahan ke arah positif
2) Kesehatan peserta mengalami peningkatan
3) Kekurangan dan kelemahan perkemahan diketahui
2. Berkemah adalah suatu rekreasi yang edukatif di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta sistem among. Di dalamnya terdapat interaksi antara
3. Perkemahan akan efektif jika :
a. 3M (mudah, manfaat, murah)
b. Dilaksanakan dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
4. Untuk mencapai tujuan dan sasaran pada perkemahan, perhatikan :
a. Keamanan dan keselamatan
b. Disiplin dan lingkungan
c. Tata cara
5. Berkemah akan menjadi hal yang sangat penting, sebagai puncak materi yang telah dipelajari dan diikuti. Berkemah juga menjadi satuan Pramuka yang baik dan efektif, bukan latihan yang hanya mengejar TKK.
6. Tujuan berkemah antara lain :
a. Membina dan mengembangkan kemampuan fisik, mental, intelektual, emosional dan sosial peserta didik sebagai individu.
b. Membentuk manusia :
1) bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa
2) Membina mental dan percaya diri
3) Memiliki kesehatan dan daya tahan tubuh
4) Memiliki daya kreasi
5) Memiliki keterampilan dan ketangkasan
c. Belajar bekerjasama, bergotong royong, dan hidup mandiri
d. Mengembangkan rasa cinta tanah air
e. Mencari pengetahuan dan pengalaman baru
f. Menjadi salah satu wadah untuk melakukan pengabdian pada masyarakat
7. Berkemah dilakukan hanya pada Penggalang, Penegak dan Pandega. Pada siaga boleh dilakukan jika hanya berupa persami yang tendanya didirikan oleh pembina, peserta tidak memasak dan acara disusun oleh pembina dengan baik.
8. Pemilihan tempat berkemah :
a. Cari tanah yang rata atau sedikit miring
b. Cari tanah yang berumput
c. Ada pohon untuk tempat berlindung
d. Ada saluran pembuangan air
e. Pemandangan yang menarik
f. Arena petualangan yang menantang
g. Keamanan lokasi terjamin, baik dari binatang buas maupun dari gangguan lain
h. Tidak terlalu dekat dengan jalan raya atau perkampungan
i. Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan dan pos keamanan
9. Pelaksanaan perkemahan
a. Persiapan, lakukan kesepakatan dan penyusunan acara oleh Dewan Satuan. Tentukan :
1) Waktu dan tempat, juga tujuan dan biaya
2) Peralatan dan pembekalan
3) Peninjauan tempat berkemah
4) Izin dari orang tua dan penguasa daerah setempat
5) Panitia pelaksana
6) Susunan acara
b. Pelaksanaan
1) Kegiatan dilakukan sesuai dengan rencana dan tujuan
2) Kegiatan dilakukan sesuai dengan kemampuan peserta didik
3) Tersedia acara pengganti. Setiap kegiatan harus memperhatikan keselamatan dan keamanan, lokasi setelah perkemahan selesai harus bersih, perlengkapan regu dan pribadi perlu diperhatikan.
4) Perkemahan pada Penegak dan Pandega dapat dilaksanakan (dipanitiai) oleh Sangga atau Reka.
c. Evaluasi
1) Prestasi peserta didik mengalami perubahan ke arah positif
2) Kesehatan peserta mengalami peningkatan
3) Kekurangan dan kelemahan perkemahan diketahui
BAB 31
KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN
1. Keterampilan kepramukaan adalah keterampilan yang didapat dalam kegiatan yang mungkin saja dapat menjadi pelajaran bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan hidup. Keterampilan yang diberikan disesuaikan dengan usia, lama kegiatan diikuti dan kualitas pembina.
2. Jenis-jenis keterampilan kepramukaan :
a. Spiritual
1) Pengenalan kaidah-kaidah agama
2) Pengamalan Prinsip Dasar Kepramukaan
3) Pengamalan Kode Kehormatan Pancasila
4) Pengamalan Pancasila
b. Emosional
1) Cermat menghadapi masalah
2) Bijak dalam mengambil keputusan
3) Tidak tergesa-gesa dalam menentukan sikap
4) Menghormati lawan bicara, sopan santun, dan menghormati orang yang lebih tua
c. Manajerial
1) Kepemimpinan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
2) Administrasi kegiatan
3) Hubungan antar instansi
4) Penyusunan laporan hasil kegiatan
d. Fisik
1) Tali-temali : simpul ujung tali, simpul mati, simpul anyam dan berganda, simpul erat, simpul pangkal, simpul tarik, simpul kursi, dan simpul tiang.
2) Ikatan : ikatan canggah, palang, sambungan dan kaki tiga.
3) Kompas, peta (peta pita/ peta perjalanan dan peta lapangan) dan penggunaannya.
4) Bahasa isyarat, sandi, morse dan smaphore.
5) Menaksir tinggi pohon dan lebar sungai.
e. Mengenal berbagai gejala alam, misalnya : kabut, matahari dan bintang
f. Keterampilan sosial
1) P3K
a) Kesehatan lapangan
b) Dapur umum
c) Evakuasi
d) SAR (Search and Rescue)
2) Kesehatan masyarakat
3) Pengamanan masyarakat
a) Pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara)
b) Kebakaran
c) Konservasi tanah dan air
2. Jenis-jenis keterampilan kepramukaan :
a. Spiritual
1) Pengenalan kaidah-kaidah agama
2) Pengamalan Prinsip Dasar Kepramukaan
3) Pengamalan Kode Kehormatan Pancasila
4) Pengamalan Pancasila
b. Emosional
1) Cermat menghadapi masalah
2) Bijak dalam mengambil keputusan
3) Tidak tergesa-gesa dalam menentukan sikap
4) Menghormati lawan bicara, sopan santun, dan menghormati orang yang lebih tua
c. Manajerial
1) Kepemimpinan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
2) Administrasi kegiatan
3) Hubungan antar instansi
4) Penyusunan laporan hasil kegiatan
d. Fisik
1) Tali-temali : simpul ujung tali, simpul mati, simpul anyam dan berganda, simpul erat, simpul pangkal, simpul tarik, simpul kursi, dan simpul tiang.
2) Ikatan : ikatan canggah, palang, sambungan dan kaki tiga.
3) Kompas, peta (peta pita/ peta perjalanan dan peta lapangan) dan penggunaannya.
4) Bahasa isyarat, sandi, morse dan smaphore.
5) Menaksir tinggi pohon dan lebar sungai.
e. Mengenal berbagai gejala alam, misalnya : kabut, matahari dan bintang
f. Keterampilan sosial
1) P3K
a) Kesehatan lapangan
b) Dapur umum
c) Evakuasi
d) SAR (Search and Rescue)
2) Kesehatan masyarakat
3) Pengamanan masyarakat
a) Pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara)
b) Kebakaran
c) Konservasi tanah dan air
BAB 32
PENJELAJAHAN LINTAS ALAM
PENJELAJAHAN LINTAS ALAM
1. Penjelajahan lintas alam dikonsentrasikan pada Survival Training yang penuh dengan tantangan. Diramu dengan variasi :
a. Membaca peta
b. Menggunakan kompas
c. Membuat peta pita perjalanan
d. Memecahkan sandi dan bahasa isyarat
e. Membaca tanda jejak
f. Menaksir tinggi pohon dan lebar sungai
g. Sketsa panorama
h. Praktik membalut dan mengangkat pasien (P3K)
i. Halang rintang (alami dan buatan)
2. Proses yang ingin dicapai dalam penjelajahan lintas alam adalah pengembangan :
a. Kepemimpinan
b. Demokrasi
c. Kekompakan team
d. Kematangan berpikir
e. Kemandirian
f. Percaya diri
g. Keterampilan dan ketangkasan
h. Administrasi dan pembagian tugas
i. Pengetahuan dan pengalaman
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penjelajahan lintas alam
a. Keselamatan peserta didik
b. Tingkat kesulitan yang akan dialami peserta didik di dalam perjalanan
c. Petugas yang memadai baik dalam jumlah maupun dalam kualitas
d. Penyusunan laporan hasil perjalanan
e. Evaluasi
KUMPULAN LAGU PRAMUKA
a. Membaca peta
b. Menggunakan kompas
c. Membuat peta pita perjalanan
d. Memecahkan sandi dan bahasa isyarat
e. Membaca tanda jejak
f. Menaksir tinggi pohon dan lebar sungai
g. Sketsa panorama
h. Praktik membalut dan mengangkat pasien (P3K)
i. Halang rintang (alami dan buatan)
2. Proses yang ingin dicapai dalam penjelajahan lintas alam adalah pengembangan :
a. Kepemimpinan
b. Demokrasi
c. Kekompakan team
d. Kematangan berpikir
e. Kemandirian
f. Percaya diri
g. Keterampilan dan ketangkasan
h. Administrasi dan pembagian tugas
i. Pengetahuan dan pengalaman
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penjelajahan lintas alam
a. Keselamatan peserta didik
b. Tingkat kesulitan yang akan dialami peserta didik di dalam perjalanan
c. Petugas yang memadai baik dalam jumlah maupun dalam kualitas
d. Penyusunan laporan hasil perjalanan
e. Evaluasi
KUMPULAN LAGU PRAMUKA
1. Satya Darma Pramuka
Kami … Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku … kudarmakan
Darmaku … kubaktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah airku
Kami jadi pandumu …
Kami … Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku … kudarmakan
Darmaku … kubaktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah airku
Kami jadi pandumu …
2. Ikan Selayang
Ikan selayang, ikan selayang dipotong-potong hu … ha …
Ikan dipotong ikan dipotong diparang-parang hu … ha …
Hai nona … beta dengar kau mau kawin
(Ya kawin aja, emang guwe pikirin … itu urusan kodok) Ha … ha … ha …
Kalaulah begitu …
Kembalikan … hai kembalikan baret coklatku
Ikan selayang, ikan selayang dipotong-potong hu … ha …
Ikan dipotong ikan dipotong diparang-parang hu … ha …
Hai nona … beta dengar kau mau kawin
(Ya kawin aja, emang guwe pikirin … itu urusan kodok) Ha … ha … ha …
Kalaulah begitu …
Kembalikan … hai kembalikan baret coklatku
3. Bernyanyi dan Berdendang
Bernyanyi gembira berlenggang dan berdendang (2x)
Lenggang … lenggang … berlenggang di tempat (2x)
Muka … belakang, samping lalu silang (2x)
Ke muka belakang ke samping lalu silang (2x)
Bernyanyi gembira berlenggang dan berdendang (2x)
Lenggang … lenggang … berlenggang di tempat (2x)
Muka … belakang, samping lalu silang (2x)
Ke muka belakang ke samping lalu silang (2x)
4. Botol
Botol namanya budu
Sendok namanya sudu
Anak kodok namanya brudu
Pantat ayam namanya brutu
Goyang … goyang … goyang …
Goyang … digoyang … goyang
Goyang … digoyang … goyang
Goyang … goyang … digoyang … goyang (2x)
Botol namanya budu
Sendok namanya sudu
Anak kodok namanya brudu
Pantat ayam namanya brutu
Goyang … goyang … goyang …
Goyang … digoyang … goyang
Goyang … digoyang … goyang
Goyang … goyang … digoyang … goyang (2x)
5. Gembira Berkumpul
Ayo kawan … ayo kawan berkumpul
Berkumpul bersenang-senang semuanya
Jangan segan … jangan segan bersama
Bersama menyanyi bergembira
Tepuk tangan … tepuk tangan … tepuk tangan … bergembira
Skali lagi … skali lagi …
Tepuk tangan kita semua bergembira
Ayo kawan … ayo kawan berkumpul
Berkumpul bersenang-senang semuanya
Jangan segan … jangan segan bersama
Bersama menyanyi bergembira
Tepuk tangan … tepuk tangan … tepuk tangan … bergembira
Skali lagi … skali lagi …
Tepuk tangan kita semua bergembira
6. Jari
Ini namanya jari jempol … (2x)
Apa pesannya jari jempol sayang
Anak Pramuka nggak boleh ngompol
Telunjuk – Ngantuk
Tengah – Lengah
Manis – Nangis
Klingking – Maling
Ini namanya jari jempol … (2x)
Apa pesannya jari jempol sayang
Anak Pramuka nggak boleh ngompol
Telunjuk – Ngantuk
Tengah – Lengah
Manis – Nangis
Klingking – Maling
7. Api Unggun
Api api api api api unggun
Dengan berdiri bersuka hati
Disinari api unggun
Hora … hore yo Pramuka
Beramai-ramai bersuka hati
Disinari api unggun
Api kita sudah menyala
Api … api .. api api api
8. Mars Penggalang
Tak ada gunung terlalu tinggi, buat kami daki di tengah panas
Tak ada jurang terlalu dalam, buat kami turuni di malam kelam
Hutan rimba – hutan rimba padang lalang – padang lalang
Kususuri jalanan jauh
Panas terik hujan berangin
Maju terus, jalan terus
Pantang patah – pantang patah hati kami – hati kami
Karena telitinya
Pasukan penggalang jalanlah, terhapus semua luka
Api api api api api unggun
Dengan berdiri bersuka hati
Disinari api unggun
Hora … hore yo Pramuka
Beramai-ramai bersuka hati
Disinari api unggun
Api kita sudah menyala
Api … api .. api api api
8. Mars Penggalang
Tak ada gunung terlalu tinggi, buat kami daki di tengah panas
Tak ada jurang terlalu dalam, buat kami turuni di malam kelam
Hutan rimba – hutan rimba padang lalang – padang lalang
Kususuri jalanan jauh
Panas terik hujan berangin
Maju terus, jalan terus
Pantang patah – pantang patah hati kami – hati kami
Karena telitinya
Pasukan penggalang jalanlah, terhapus semua luka
9. Marina Merana
Marina menari di atas menara
Di atas menara Marina menari
Marina merana di atas menara
Di atas merana Marina merana
Marina menari di atas menara
Di atas menara Marina menari
Marina merana di atas menara
Di atas merana Marina merana
10. Berkemah
Di tengah-tengah hutan, di bawah langit biru
Tenda terpancang ditiup sang bayu
Api menjilat-jilat, terangi rimba
Membawa Pramuka dalam impian
Penegak … pandega …
Petualang datang tak kenal gengsi
Datang ke perkemahan …
Karena patah hati, guna mencari cinta yang sejati
Di tengah-tengah hutan, di bawah langit biru
Tenda terpancang ditiup sang bayu
Api menjilat-jilat, terangi rimba
Membawa Pramuka dalam impian
Penegak … pandega …
Petualang datang tak kenal gengsi
Datang ke perkemahan …
Karena patah hati, guna mencari cinta yang sejati
11. Aku Anak Muda
Aku ini anak muda
Hati suci riang gembira
Mari kawan masuk Pramuka
Pramuka slaalu gembira
Wan jae lae laccing takaraccing takaraccing
Takara loa leo
(2x)
Aku ini anak muda
Hati suci riang gembira
Mari kawan masuk Pramuka
Pramuka slaalu gembira
Wan jae lae laccing takaraccing takaraccing
Takara loa leo
(2x)
12. Sengko Sengko Dainang
Sengko sengko dainang (2x)
Sengko la sengko (2x)
Tra … lalala …
Tri … lilili …
Sirege sirege tumba (2x)
La sengko sengko (2x)
Sengko sengko dainang (2x)
Sengko la sengko (2x)
Tra … lalala …
Tri … lilili …
Sirege sirege tumba (2x)
La sengko sengko (2x)
13. Pramuka Tak Kenal Rintangan
Pramuka tak kenal rintangan
Meski jalan penuh halangan
Kan hilang dengan hati yang riang
Pramuka tak kenal rintangan
Pramuka tak kenal rintangan
Meski jalan penuh halangan
Kan hilang dengan hati yang riang
Pramuka tak kenal rintangan
14. Pramuka Mengembara
Satu Pramuka pergi mengembara
Satu Pramuka bawa tongkat bawa tali bawa sangkur
Pergi mengembara
Satu Pramuka pergi mengembara
Satu Pramuka bawa tongkat bawa tali bawa sangkur
Pergi mengembara
15. Rajin Terampil dan Gembira
Rajin terampil dan gembira
Senantiasa praja muda karana
Sopan dan tak kenal rasa congkak
Bersahaja setia suka menolong
Yayayaya … itulah Pramuka
Pramuka sejati … sejati kata dan prilakunya
(2x)
Rajin terampil dan gembira
Senantiasa praja muda karana
Sopan dan tak kenal rasa congkak
Bersahaja setia suka menolong
Yayayaya … itulah Pramuka
Pramuka sejati … sejati kata dan prilakunya
(2x)
16. Pembinaku
Bangun pagi-pagi menuju tempat
Di sanalah kami dibimbing dan dibina
Oleh pembina perkasa
*) Mau makan jalan jongkok
Sudah makan ditindaki
Dihukum maki bentak-bentak hai …
Wahai pembinaku sungguh kejam dirimu
Wahai pembinaku betapa tajam matamu
Tak tahan rasanya ingin segera pulang
Namun perkemahan belum selesai (Kembali ke *)
Bangun pagi-pagi menuju tempat
Di sanalah kami dibimbing dan dibina
Oleh pembina perkasa
*) Mau makan jalan jongkok
Sudah makan ditindaki
Dihukum maki bentak-bentak hai …
Wahai pembinaku sungguh kejam dirimu
Wahai pembinaku betapa tajam matamu
Tak tahan rasanya ingin segera pulang
Namun perkemahan belum selesai (Kembali ke *)
17. LDGD
LDGD Sesamur
Kati bimbing siteru seusu
LDGD Sesamur
Sungguh enak mengikuti perkemahan
Makan kurang tidur dikurangi perut keroncongan …
Kati bimbing siteru seusu
LDGD Sesamur
Sungguh enak mengikuti perkemahan
Makan kurang tidur dikurangi perut keroncongan …
18. Anak kambing
Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing sudah ada di sini
Mana kambingnya … ini (2x)
Mana kambingnya … sudah ada di sini
Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing sudah ada di sini
Mana kambingnya … ini (2x)
Mana kambingnya … sudah ada di sini
19. Kalau kau suka hati
Kalau kau suka hati tepuk tangan … (2x)
Kalau kau suka hati mari kita lakukan
Kalau kau suka hati tepuk tangan …
(Petik jari, hentak kaki, bilang hore)
If you happy and you know it claps your hands … (2x)
If you happy and you know it, and you really want to show it
If you happy and you know it, claps your hands.
(stick finger, say hore)
Kalau kau suka hati tepuk tangan … (2x)
Kalau kau suka hati mari kita lakukan
Kalau kau suka hati tepuk tangan …
(Petik jari, hentak kaki, bilang hore)
If you happy and you know it claps your hands … (2x)
If you happy and you know it, and you really want to show it
If you happy and you know it, claps your hands.
(stick finger, say hore)
20. Sayonara …
Sayonara … sayonara sampai berjumpa pula … (2x)
Buat apa susah, buat apa susah …
Susah itu tak ada gunanya
Sayonara … sayonara sampai berjumpa pula … (2x)
Buat apa susah, buat apa susah …
Susah itu tak ada gunanya
21. Es Lilin
Tunas kelapa kawaaaaaan … itu lambangnya
Tri Satya kawaaaan … itu janjinya
Dasa Darma kawaaaan … itu baktinya
Janganlah ragu kawan masuk pramuka
Tunas kelapa kawaaaaaan … itu lambangnya
Tri Satya kawaaaan … itu janjinya
Dasa Darma kawaaaan … itu baktinya
Janganlah ragu kawan masuk pramuka
22. Cing cing Gemerincing
Cing cing gemerincing
Suara rebbana berbunyi nyaring
(2x)
Kaki melangkah beriring-beriring
Langkah yang serempak dengan lenggok yang seirama
Hati siapapun akan senang mendengarnya
Cing cing gemerincing
Suara rebbana berbunyi nyaring
(2x)
Kaki melangkah beriring-beriring
Langkah yang serempak dengan lenggok yang seirama
Hati siapapun akan senang mendengarnya
23. Jambore
Jambore … re … re … Jambore (2x)
Ayo kita ke Jambore
Di sana berkumpul Pramuka Indonesia
Jambore rame-rame jambore
Pri … priodot bodo bidi Sssst … Pesta!
24. Dunia Kita
Jambore … re … re … Jambore (2x)
Ayo kita ke Jambore
Di sana berkumpul Pramuka Indonesia
Jambore rame-rame jambore
Pri … priodot bodo bidi Sssst … Pesta!
24. Dunia Kita
SYARAT-SYARAT TINGKAT PADA SKU PENEGAK BANTARA
1. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak
2. Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
3. Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari
4. Dapat memberi salam Pramuka, dan tahu maksud dan penggunaannya
5. Mengetahui Struktur Organisasi Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega
6. Mengetahui tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka
7. Mengetahui arti Lambang dan Gerakan Pramuka
8. Mengetahui arti Pancasila
9. Mengetahui sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara
10. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara
11. Mengetahui Lambang Negara Republik Indonesia
12. Bisa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan penegak
13. Mengetahui arti dan sejarah Sumpah Pemuda
14. Mengetahui perjuangan Bangsa Indonesia dan Rencana Pembangunan Pemerintah
15. Mengetahui susunan Pemerintah Republik Indonesia dari pusat sampai ke desa
16. Dapat baris berbaris
17. Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya
18. Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan setidaknya untuk lima orang.
19. Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting dan cara-cara mencegahnya
20. Melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang
21. Tahu ada sopan santun pergaulan Indonesia
22. Memiliki buku Tabanas
23. Setia membayar iuran kepada gugus depannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri
24. Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri atau bidan lain, yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya
25. Dapat membaca jam dan menggunakan kompas
26. Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut
27. Pernah ikut serta dalam kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh pembinanya
28. Untuk penegak yang beragama Islam
a. Dapat mengucapkan kalimat syahadat dan tahu artinya
b. Mengerti rukun Iman dan rukun Islam
c. Melakukan shalat berjamaah
d. Tahu riwayat Nabi Muhammad Saw.
2. Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
3. Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari
4. Dapat memberi salam Pramuka, dan tahu maksud dan penggunaannya
5. Mengetahui Struktur Organisasi Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega
6. Mengetahui tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka
7. Mengetahui arti Lambang dan Gerakan Pramuka
8. Mengetahui arti Pancasila
9. Mengetahui sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara
10. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara
11. Mengetahui Lambang Negara Republik Indonesia
12. Bisa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan penegak
13. Mengetahui arti dan sejarah Sumpah Pemuda
14. Mengetahui perjuangan Bangsa Indonesia dan Rencana Pembangunan Pemerintah
15. Mengetahui susunan Pemerintah Republik Indonesia dari pusat sampai ke desa
16. Dapat baris berbaris
17. Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya
18. Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan setidaknya untuk lima orang.
19. Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting dan cara-cara mencegahnya
20. Melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang
21. Tahu ada sopan santun pergaulan Indonesia
22. Memiliki buku Tabanas
23. Setia membayar iuran kepada gugus depannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri
24. Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri atau bidan lain, yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya
25. Dapat membaca jam dan menggunakan kompas
26. Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut
27. Pernah ikut serta dalam kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh pembinanya
28. Untuk penegak yang beragama Islam
a. Dapat mengucapkan kalimat syahadat dan tahu artinya
b. Mengerti rukun Iman dan rukun Islam
c. Melakukan shalat berjamaah
d. Tahu riwayat Nabi Muhammad Saw.
SYARAT-SYARAT TINGKAT PADA SKU PENEGAK LAKSANA
1. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan sebagai Penegak Bantara
2. Dapat memberi penjelasan tentang Dasa Darma dan Tri Satya
3. Tahu sejarah pendidikan kepramukaan di Indonesia dan peranannya dalam pembangunan bangsa dan negara dewasa ini
4. Tahu tentang gerakan kepramukaan sedunia, dan tentang cita-cita persaudaraan Pramuka sedunia
5. Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tentang beberapa badan yang terdapat dalam organisasi itu
6. Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila
7. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu-lagu di muka orang banyak sedikitnya lagu-lagu yang disyaratkan untuk SKU Penggalang Rakit
8. Tahu tentang upacara-upacara adat di daerahnya, misalnya upacara perkawinan, khitanan, penerimaan tamu terhormat dan lain-lain
9. Tahu cara merawat dan mengebumikan jenazah
10. Dapat memimpin barisan Pramuka
11. Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan
12. Jika di sekitar tempat tinggalnya ada pesawat telepon, dapat menggunakan secara baik
13. Melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang, dan melakukan salah satu cabang olah raga lain lagi serta tahu peraturan permainannya
14. a. Untuk Penegak Putra : Berjalan kaki selama dua hari berturut-turut dengan melaksanakan tugas yang diberi pembinanya
b. Untuk Penegak Putri : Mengurus suatu rumah tangga selama dua hari berturut-turut
15. Dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan Pramuka-pramuka atau di hadapan penonton-penonton lain
16. Menjalankan suatu proyek produktif di bidang pertanian, bidang industri atau di bidang lain, secara perseorangan atau bersama-sama orang lain dan dapat memperlihatkan hasil karyanya
17. Mengadakan peninjauan di wilayah kelurahan tempat tinggalnya untuk mempelajari masalah-masalah pembangunan, membuat laporan peninjauannya, lengkap disertai kesimpulan diikuti dengan saran-saran
18. Sekurang-kurangnya dua kali pernah ikut serta kerja bakti gotong-royong yang ditugaskan oleh pembinanya di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadah atau di tempat lain, dan pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, BIMAS, PKK, KARANG TARUNA dan lain sebagainya
19. Dapat merencanakan, mempersiapkan serta memimpin rapat dan dapat membuat risalah rapat
20. a. Memiliki buku tabanas dan sudah menabung uang secara teratur. Dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya delapan minggu sejak menjadi penegak Bantara dan sebagian daripada uang itu diperolehnya dari usahanya sendiri
b. Dapat mengurus administrasi buku-buku tabungan Pramuka di Gugus Depannya
21. Setia membayar uang iuran kepada Gugus depannya, dengan uang yang seluruhnya atau sebagian diperolehnya dari usahanya sendiri
22. Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan Gugus Depannya atau administrasi keuangan lain
23. Membantu Pembina Siaga atau Pembina Penggalang dalam membina para Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang
24. Memiliki paling sedikit satu buah TKK
25. a. Untuk Penegak yang beragama Islam
1) Tahu syarat-syarat, rukun-rukun dan yang membatalkan sholat serta melakukan sholat dalam kehidupan sehari-hari
2) Mengetahui riwayat Nabi Muhammad Saw.
2. Dapat memberi penjelasan tentang Dasa Darma dan Tri Satya
3. Tahu sejarah pendidikan kepramukaan di Indonesia dan peranannya dalam pembangunan bangsa dan negara dewasa ini
4. Tahu tentang gerakan kepramukaan sedunia, dan tentang cita-cita persaudaraan Pramuka sedunia
5. Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tentang beberapa badan yang terdapat dalam organisasi itu
6. Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila
7. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu-lagu di muka orang banyak sedikitnya lagu-lagu yang disyaratkan untuk SKU Penggalang Rakit
8. Tahu tentang upacara-upacara adat di daerahnya, misalnya upacara perkawinan, khitanan, penerimaan tamu terhormat dan lain-lain
9. Tahu cara merawat dan mengebumikan jenazah
10. Dapat memimpin barisan Pramuka
11. Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan
12. Jika di sekitar tempat tinggalnya ada pesawat telepon, dapat menggunakan secara baik
13. Melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang, dan melakukan salah satu cabang olah raga lain lagi serta tahu peraturan permainannya
14. a. Untuk Penegak Putra : Berjalan kaki selama dua hari berturut-turut dengan melaksanakan tugas yang diberi pembinanya
b. Untuk Penegak Putri : Mengurus suatu rumah tangga selama dua hari berturut-turut
15. Dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan Pramuka-pramuka atau di hadapan penonton-penonton lain
16. Menjalankan suatu proyek produktif di bidang pertanian, bidang industri atau di bidang lain, secara perseorangan atau bersama-sama orang lain dan dapat memperlihatkan hasil karyanya
17. Mengadakan peninjauan di wilayah kelurahan tempat tinggalnya untuk mempelajari masalah-masalah pembangunan, membuat laporan peninjauannya, lengkap disertai kesimpulan diikuti dengan saran-saran
18. Sekurang-kurangnya dua kali pernah ikut serta kerja bakti gotong-royong yang ditugaskan oleh pembinanya di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadah atau di tempat lain, dan pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, BIMAS, PKK, KARANG TARUNA dan lain sebagainya
19. Dapat merencanakan, mempersiapkan serta memimpin rapat dan dapat membuat risalah rapat
20. a. Memiliki buku tabanas dan sudah menabung uang secara teratur. Dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya delapan minggu sejak menjadi penegak Bantara dan sebagian daripada uang itu diperolehnya dari usahanya sendiri
b. Dapat mengurus administrasi buku-buku tabungan Pramuka di Gugus Depannya
21. Setia membayar uang iuran kepada Gugus depannya, dengan uang yang seluruhnya atau sebagian diperolehnya dari usahanya sendiri
22. Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan Gugus Depannya atau administrasi keuangan lain
23. Membantu Pembina Siaga atau Pembina Penggalang dalam membina para Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang
24. Memiliki paling sedikit satu buah TKK
25. a. Untuk Penegak yang beragama Islam
1) Tahu syarat-syarat, rukun-rukun dan yang membatalkan sholat serta melakukan sholat dalam kehidupan sehari-hari
2) Mengetahui riwayat Nabi Muhammad Saw.